JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus mematangkan kesiapan jemaah haji Indonesia melalui program Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi di tingkat Kabupaten/Kota dan Kecamatan.
Hingga pekan kedua Februari 2026, progres pelaksanaan manasik dilaporkan telah mencapai 95 persen di seluruh wilayah Indonesia.
Kepala Subdirektorat Bina Manasik Haji dan Umrah, Abdillah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan amanat undang-undang untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan jemaah dalam menyelenggarakan ibadah haji.
“Alhamdulillah, mulai akhir Januari hingga pekan kedua Februari ini, manasik terintegrasi di tingkat Kabupaten/Kota dan Kecamatan telah diselenggarakan. Jemaah sudah menerima berbagai pembekalan, mulai dari kebijakan penyelenggaraan haji terbaru hingga ilmu manasik, baik secara teori maupun praktik,” ujar Abdillah dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Selain bimbingan tatap muka, Kementerian Haji dan Umrah juga memastikan ketersediaan literasi bagi jemaah. Abdillah menyebutkan, proses pengiriman buku panduan manasik ke berbagai daerah telah dimulai sejak 16 Februari 2026.
“Target kami, seluruh jemaah sudah menerima buku manasik sejak awal bulan Ramadan ini hingga paling lambat 6 Maret 2026. Ini komitmen kami agar jemaah memiliki waktu yang cukup untuk mempelajari materi sebelum keberangkatan kloter pertama nasional pada 21 April mendatang,” tambahnya.
Secara teknis, bimbingan manasik di daerah dilakukan dengan durasi total 20 Jam Pelajaran (JPL). Rinciannya terdiri atas 4 JPL di tingkat Kabupaten/Kota dan 16 JPL di tingkat Kecamatan, dengan setiap 1 JPL berdurasi 60 menit.
Kementerian Haji dan Umrah juga memberikan perhatian khusus bagi para pimpinan rombongan.
Tambahan 4 JPL diberikan khusus untuk Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom), dengan materi spesifik terkait kepemimpinan serta teknis penyelenggaraan ibadah haji agar dapat membantu dan mengoordinasikan jemaah di kelompoknya masing-masing.
Melalui persiapan manasik yang lebih matang dan terstruktur, Abdillah berharap jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan lebih percaya diri, mandiri, serta meraih predikat haji mabrur. (**)
