WASHINGTON DC, UJUNGJARI.COM — Indonesia menempati posisi sentral dalam misi perdamaian dunia terbaru. Dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian Internasional atau Board of Peace (BoP) di Washington D.C., Kamis (19/2), Mayor Jenderal Amerika Serikat, Jasper Jeffers, secara resmi mengumumkan pembentukan International Stabilization Force (ISF) untuk wilayah Gaza.
Dalam pernyataannya, Jeffers mengungkapkan bahwa Indonesia menjadi salah satu dari lima negara pertama di dunia yang menyatakan komitmen penuh untuk mengirimkan pasukan militer dalam kerangka ISF.
Langkah ini dipandang sebagai bukti nyata kepemimpinan Indonesia dalam isu kemanusiaan dan perdamaian di Timur Tengah.
“Saya dengan sangat senang mengumumkan hari ini bahwa lima negara pertama telah berkomitmen mengirimkan pasukan untuk bertugas dalam International Stabilization Force: Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania,” ujar Jeffers.
Selain Indonesia, empat negara lain yang turut bergabung dalam gelombang pertama pengiriman pasukan adalah Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania.
Dukungan terhadap misi stabilisasi di Gaza juga datang dari Mesir dan Yordania.
Kedua negara tersebut menyatakan komitmennya untuk mengirimkan personel polisi terlatih guna menjaga ketertiban dan membantu proses transisi keamanan di wilayah tersebut.
Tidak hanya mengirimkan pasukan, Indonesia juga dipercaya memegang peran kunci dalam struktur komando misi internasional ini.
Jeffers menegaskan bahwa Indonesia telah diterima untuk menduduki posisi strategis sebagai Wakil Komandan ISF.
Penunjukan tersebut mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu aktor penting dalam diplomasi perdamaian global, sekaligus memperkuat rekam jejak kontribusi Tanah Air dalam berbagai misi penjaga perdamaian dunia. (Setkab.go.id)
