JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) merespons peningkatan signifikan jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh seiring pelaksanaan Operasi XXL oleh otoritas setempat dalam rangka pemberantasan kejahatan siber lintas negara di Kamboja.
Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam, Mohammad K. Koba, mengatakan pemerintah bergerak cepat melalui penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk menangani persoalan tersebut.
“Melalui koordinasi ini, kita upayakan penanganan dilakukan secara cepat, terpadu, dan efektif, baik dari sisi perlindungan WNI maupun penegakan hukum,” ujar Koba saat membuka Rapat Koordinasi Penanganan WNI dan Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB) di Kamboja terkait praktik penipuan daring di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, rapat tersebut digelar sebagai langkah konkret memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan upaya perlindungan WNI serta proses penegakan hukum berjalan optimal dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dari hasil koordinasi, disepakati pentingnya memperkuat sinergi lintas sektoral untuk menyusun langkah penanganan yang komprehensif, termasuk perumusan strategi pencegahan yang lebih preventif.
“Perlu untuk dirumuskan strategi pencegahan yang preventif demi menghindari terjadinya eskalasi atau perulangan kasus serupa di masa mendatang,” tegasnya.
Ia menambahkan, sinergi antarkementerian dan lembaga menjadi kunci utama dalam memastikan setiap kasus dapat ditangani secara tuntas serta tetap berada dalam koridor hukum nasional.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan perwakilan kementerian dan lembaga terkait guna memastikan seluruh upaya penanganan berjalan efektif, terpadu, serta selaras dengan ketentuan hukum yang berlaku, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap WNI di luar negeri. (Rls)
