Site icon Ujung Jari

Jaga Identitas Budaya, Pemkot Makassar Hadirkan Kamus Digital Bahasa Makassar

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Bahasa daerah tidak ditinggalkan, apalagi hilang. Komitmen itu ditegaskan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat meresmikan Program Kamus Masuk Sekolah versi digital Bahasa Makassar di Museum Kota Makassar, Selasa (24/2).

Peresmian tersebut turut dihadiri Dinas Pendidikan, Balai Bahasa, serta komunitas BasaIbuWiki/Sulsel.

Munafri menegaskan, peluncuran kamus digital ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk memastikan generasi muda tetap dekat dengan bahasa daerahnya di tengah arus perkembangan zaman dan derasnya pengaruh globalisasi.

“Ini bukan hanya peluncuran aplikasi atau program semata, tetapi upaya nyata menjaga jati diri. Kita ingin bahasa Makassar tetap hidup, digunakan, dan menjadi bagian dari keseharian anak-anak kita di sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan pelestarian bahasa daerah saat ini semakin nyata. Ia melihat kecenderungan anak-anak mulai meninggalkan bahasa ibu dalam komunikasi sehari-hari.

Kondisi tersebut, kata dia, harus segera direspons dengan kebijakan dan inovasi yang relevan dengan perkembangan teknologi.

Melalui kamus digital ini, Pemerintah Kota Makassar mendorong pembelajaran multibahasa di sekolah, sekaligus memperkuat literasi berbasis budaya lokal.

Munafri berharap, kamus tersebut tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar.

“Kamus digital ini harus digunakan dan dihidupkan dalam pembelajaran. Kita ingin anak-anak Makassar bangga dengan bahasanya, memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta menjaga identitas budaya sebagai warisan yang tidak boleh hilang,” tegasnya.

Program ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam upaya pelestarian bahasa daerah, sekaligus memperkuat karakter generasi muda Makassar yang berakar pada budaya sendiri namun tetap adaptif terhadap perkembangan zaman. (**)

Exit mobile version