Site icon Ujung Jari

Duel Krusial Lawan Persita Jadi Penentuan Nasib PSM

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — PSM Makassar belum juga keluar dari bayang-bayang keterpurukan di Super League 2025/2026.

Dalam 10 pertandingan terakhir, Juku Eja hanya meraih satu kemenangan, delapan kekalahan, dan satu hasil imbang catatan yang menjadi sinyal bahaya bagi tim kebanggaan publik Makassar itu.

Kini PSM tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan 23 poin, hanya terpaut lima angka dari zona degradasi yang ditempati Persijap Jepara.

Jarak yang tipis itu membuat setiap laga tersisa terasa seperti partai hidup-mati.
Pelatih Tomas Trucha tak menampik kenyataan pahit tersebut.

Ia menyebut problem utama timnya bukan pada semangat atau kerja keras, melainkan efektivitas di depan gawang.

Dalam 10 laga terakhir, Yuran Fernandes dan kolega hanya mampu mencetak empat gol. Angka yang kontras dengan jumlah peluang yang sebenarnya cukup melimpah.

Gambaran paling nyata terlihat saat PSM bertandang ke markas Persija Jakarta di Jakarta International Stadium.

Statistik menunjukkan PSM mencatatkan 40 sentuhan di kotak penalti dan melepaskan 12 tembakan. Namun dominasi itu tak berbuah maksimal. PSM tetap pulang dengan kekalahan 1-2 karena gagal mengonversi peluang menjadi gol.

“Tantangan terbesar kami adalah mengubah peluang menjadi gol. Kami punya kesempatan, tapi tidak cukup klinis di depan gawang,” ujar Trucha.

Berbeda cerita saat menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo. Pada laga itu, PSM justru kesulitan mengembangkan permainan dan minim peluang. Hasilnya, kekalahan tipis 0-1 kembali menambah daftar panjang hasil negatif.

Meski demikian, Trucha menegaskan lini belakang bukan sumber utama masalah. Ia menilai organisasi pertahanan masih cukup solid. Fokus pembenahan kini diarahkan pada ketajaman lini depan terutama penyelesaian akhir yang dinilai terlalu mudah terbuang.

Harapan kebangkitan kini tertuju pada laga kandang kontra Persita Tangerang di Stadion BJ Habibie, Parepare.

Pertandingan tersebut bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga momentum untuk memulihkan kepercayaan diri tim dan menjauh dari jerat degradasi.

Bagi PSM, waktu kian menipis. Jika masalah finishing tak segera teratasi, ancaman terperosok ke papan bawah bukan lagi sekadar bayangan.  (**)

Exit mobile version