Site icon Ujung Jari

Ortu Murid SD Tamalanrea 2 BTP Desak Komite Sekolah Ambil Alih Pembangunan Musala

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Rencana pembangunan musala di SD Tamalanrea 2 BTP Makassar menuai sorotan dari sejumlah orang tua murid.

Mereka meminta pihak sekolah tidak berjalan sendiri, melainkan melibatkan pengurus komite sekolah agar proses pembangunan lebih transparan dan efektif.

Sejumlah orang tua menilai, komite sekolah sebagai perwakilan wali murid seharusnya menjadi garda terdepan dalam mengawal program pembangunan, termasuk dalam hal penggalangan dan pengelolaan dana.

“Kalau komite dilibatkan, tentu pembangunannya bisa lebih efektif dan terbuka. Dana juga bisa lebih optimal karena melibatkan semua orang tua, bahkan bisa menggalang donatur dari luar,” ujar salah satu wali murid, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, pembangunan musala membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Jika hanya mengandalkan partisipasi internal orang tua murid, dikhawatirkan dana yang terkumpul tidak mencukupi untuk merealisasikan bangunan yang layak dan representatif.

Para wali murid menegaskan, mereka pada prinsipnya mendukung penuh pembangunan rumah ibadah di lingkungan sekolah. Namun, mereka berharap mekanisme pelaksanaannya dilakukan secara terbuka dan partisipatif.

“Bukan kami tidak mendukung. Justru kami ingin pembangunan ini sukses. Tapi sebaiknya komite sekolah dilibatkan. Kalau perlu, biarlah komite yang mengurus pembangunan musala. Pihak sekolah fokus pada kegiatan belajar mengajar,” tegasnya.

Orang tua murid juga berharap adanya komunikasi yang lebih intens antara pihak sekolah dan wali murid agar tidak muncul kesalahpahaman di kemudian hari.

Transparansi dinilai menjadi kunci agar program pembangunan musala dapat berjalan lancar serta mendapat dukungan penuh dari seluruh pihak.

Kepala SDI Tamalanrea 2, Suhardi, menyampaikan bahwa masa kepengurusan komite sekolah telah berakhir.

Pihak sekolah siap memfasilitasi untuk  musyawarah pembentukan kepengurusan komite yang baru.

Menurut Suhardi, berakhirnya masa jabatan pengurus komite tersebut membuat sejumlah agenda yang melibatkan komite harus menunggu hingga struktur baru resmi terbentuk.

“Pengurus komite SDI Tamalanrea 2 sudah berakhir masa kepengurusannya, dan dalam waktu dekat akan dimusyawarahkan kembali untuk membentuk pengurus komite yang baru,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembentukan komite baru akan dilakukan melalui mekanisme musyawarah bersama orang tua murid sesuai aturan yang berlaku.

Pihak sekolah berharap proses tersebut dapat berjalan lancar agar peran komite dalam mendukung program dan kegiatan sekolah bisa kembali optimal.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru nanti, diharapkan koordinasi antara pihak sekolah dan orang tua murid semakin solid demi kemajuan dan kenyamanan proses belajar mengajar di SDI Tamalanrea 2. (drw)

Exit mobile version