Site icon Ujung Jari

Pelayanan Umrah Terintegrasi, Asrama Haji Banten Disiapkan Jadi Pilot Project

TANGERANG, UJUNGJARI.COM — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melakukan konsolidasi penyelenggaraan haji dan umrah di Embarkasi Banten sekaligus menyiapkan Asrama Haji Banten sebagai pilot project One Stop Services pelayanan umrah.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ekosistem layanan serta perlindungan jemaah secara terintegrasi.

Konsolidasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya penguatan ekosistem ekonomi haji daerah.

Pemerintah merencanakan simulasi pelayanan ibadah umrah yang terintegrasi di Asrama Haji Banten, sehingga seluruh proses dapat dilakukan dalam satu kawasan sebelum keberangkatan.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan bahwa skema One Stop Services akan mengintegrasikan layanan imigrasi, maskapai, manasik, hingga proses CIQ (Customs, Immigration, and Quarantine) secara langsung di asrama.

“Kami ingin menghadirkan layanan yang lebih sederhana, terintegrasi, dan memberikan kepastian bagi jemaah. Semua proses manasik, imigrasi, hingga penerbangan bisa dilakukan dari asrama. Ini opsi pelayanan, bukan kewajiban,” ujar Dahnil.

Seiring revisi regulasi yang membuka ruang bagi skema umrah mandiri serta kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang memberikan akses lebih luas, pemerintah tetap menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada jemaah.

“Walaupun ada opsi umrah mandiri, negara tetap hadir untuk memastikan perlindungan jemaah dan menjaga ekosistem penyelenggaraan tetap tertib dan akuntabel,” tegasnya.

Kemenhaj juga mendorong peningkatan kualitas layanan maskapai nasional, termasuk Garuda Indonesia, agar semakin kompetitif dan ekonomis bagi jemaah.

“Kami berharap maskapai nasional semakin profesional dan mampu memberikan harga yang lebih bersaing sehingga jemaah mendapatkan pelayanan terbaik,” tambah Dahnil.

Untuk memastikan implementasi berjalan optimal, Kemenhaj akan membentuk tim task force khusus guna mengawal pelaksanaan proyek ini.

Selain itu, proyek ini diharapkan mampu mendorong dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, termasuk penguatan sektor UMKM di kawasan asrama.

Kegiatan konsolidasi ini turut dihadiri anggota Komisi VIII DPR RI Wahidin Halim, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Direktur Jenderal Imigrasi, Direktur Niaga dan Korporasi Garuda Indonesia, pejabat Eselon I dan II Kementerian Haji dan Umrah RI, Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Banten, Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten, PPIU Banten, serta jajaran pegawai Kemenhaj Provinsi Banten.

Dengan inovasi ini, Kementerian Haji dan Umrah berharap pelayanan umrah Indonesia semakin profesional, terintegrasi, serta memberikan manfaat luas bagi jemaah dan masyarakat.  (haji.go.id)

Exit mobile version