Site icon Ujung Jari

PSM Makassar Terancam Degradasi, Ahmad Amiruddin: Jangan Sampai Kami Ukir Sejarah Kelam

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Tekanan kini menghampiri PSM Makassar yang terpuruk di papan bawah klasemen Super League 2025/2026.

Juku Eja saat ini berada di peringkat 13 dengan koleksi 23 poin, hanya terpaut lima angka dari zona degradasi, dengan 11 laga tersisa musim ini. Situasi tersebut membuat seluruh elemen tim berada dalam kewaspadaan tinggi.

Asisten pelatih Ahmad Amiruddin menegaskan, skuad PSM tidak ingin mencatatkan sejarah kelam sebagai tim yang membawa klub kebanggaan Sulawesi Selatan itu turun kasta.

“Kami tidak mau tercatat sebagai tim yang membuat PSM degradasi,” tegas Ahmad Amiruddin.

PSM yang berdiri sejak 2 November 1915 dikenal sebagai salah satu klub tertua dan paling bersejarah di Indonesia.

Sepanjang kiprahnya, PSM belum pernah merasakan degradasi dan tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional.

Bahkan, Juku Eja sempat menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai Liga 1 musim 2022/2023.

Namun musim ini, inkonsistensi performa membuat langkah PSM terseok-seok. Lini pertahanan yang kerap kehilangan fokus serta komunikasi antarpemain yang belum solid menjadi sorotan.

Pengamat sepak bola Imran Amirullah menilai, dalam situasi seperti ini dukungan penuh suporter sangat dibutuhkan untuk mengangkat mental para pemain di sisa pertandingan.

“Ini bukan hanya soal teknis di lapangan, tapi juga mental. Dukungan suporter sangat penting untuk membangkitkan kepercayaan diri pemain,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembenahan di sektor pertahanan dan peningkatan komunikasi tim agar PSM mampu keluar dari tekanan dan menjauh dari ancaman degradasi.

Dengan 11 laga tersisa, peluang untuk bangkit masih terbuka. Namun, setiap pertandingan kini bernilai krusial bagi PSM Makassar demi menjaga marwah klub dan mempertahankan tradisi tak pernah turun kasta sejak berdiri lebih dari satu abad lalu. (**)

Exit mobile version