Site icon Ujung Jari

Hadapi Malut United, PSM Diminta Benahi Lini Serang hingga Pertahanan

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Pengamat sepak bola nasional, Syamsuddin Umar, menyoroti performa buruk PSM Makassar di ajang Super League Indonesia musim 2025/2026. Ia menilai Pasukan Ramang membutuhkan evaluasi besar agar tidak semakin terpuruk, terlebih mereka akan menghadapi Malut United pada pekan ke-25.

Menurut Syamsuddin, banyak kelemahan terlihat dari dua laga terakhir PSM, mulai dari lini serang, lini tengah, hingga lini pertahanan serta manajemen waktu dalam pertandingan.

Di sektor penyerangan, ia menilai serangan PSM tidak efektif karena sering kalah jumlah pemain saat melakukan tekanan. Dalam banyak situasi, hanya satu hingga dua pemain yang berada di lini depan dan langsung dikawal tiga hingga empat bek lawan.

Seharusnya, kata dia, ada dukungan dari pemain lini tengah sebagai second line agar tercipta duel yang seimbang bahkan unggul jumlah pemain.

Selain itu, PSM juga dinilai jarang melakukan double attack. Ketika serangan pertama gagal, tim tidak segera melakukan tekanan kembali sehingga lawan memiliki ruang untuk melancarkan serangan balik.
Masalah juga terlihat di lini tengah.

Syamsuddin menilai PSM belum mampu menjaga ritme permainan karena minimnya permainan bola pendek dari kaki ke kaki.

Penguasaan bola kerap hilang setelah dua hingga tiga sentuhan saja, sehingga aliran serangan mudah dipatahkan lawan.

Sementara di lini belakang, pertahanan PSM disebut belum solid. Jarak antar pemain terlalu jauh dan sering meninggalkan area di sekitar garis 16 meter, kondisi yang memudahkan lawan menciptakan peluang berbahaya.

Ia juga menyoroti pemain yang kerap kehilangan posisi, baik saat bertahan maupun ketika membantu serangan, sehingga koordinasi antarlini terlihat tidak jelas.

Syamsuddin menilai persoalan yang dihadapi PSM bukan semata-mata karena isu keterlambatan gaji pemain, melainkan juga terkait sistem permainan yang dinilai belum jelas di bawah arahan pelatih Tomas Trucha.

Ia mencontohkan saat PSM sempat unggul 2-0 atas Persita Tangerang, namun gagal mempertahankan keunggulan tersebut hingga akhir pertandingan.

“Seharusnya ada strategi untuk menjaga keunggulan sekaligus mencari peluang menambah gol. Itu yang belum terlihat,” ujarnya.

Syamsuddin juga membandingkan PSM dengan tim papan atas seperti Persib Bandung, Borneo FC Samarinda, Persija Jakarta, dan Malut United yang dinilainya memiliki pola permainan serta instruksi taktik yang lebih jelas.

Ia menegaskan, jika tidak segera dibenahi, PSM akan terus mengalami kesulitan menghadapi lawan-lawan di kompetisi musim ini.  (**)

Exit mobile version