MAKASSAR,UJUNGJARI COM–Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof Dr Taruna Ikrar mengajak dunua kampus berkolaborasi dengan kalangan bisnis dan pemerintah dalam menghasilkan riset dan inovasi di bidang obat dan makanan.
Riset yang dihasilkan dosen universitas mesti dimanfaatkan kalangan bisnis dalam mengembangkan usahanya. Kolaborasi kampus dan industri ini difasilitasi pemerintah.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof dr Taruna Ikrar, Ph.D dalam acara Ngobrol Pendidikan di Bulan Ramadhan (Ngopi Ramadhan) di Rumah Jabatan Rektor Universitas Negeri Makassar, Sabtu (7/3).
Taruna mengatakan untuk mensinergikan riset kampus dan industri, BPOM RI sudah mencanangkan konsep Academia, Bussines, and Government (ABG).
“Kampus kaya inovasi tetapi terbatas kemampuan pendanaannya. Sementara industri memiliki banyak uang tapi minim inovasi. Makanya perlu kolaborasi,” katanya.
Di depan Plt Rektor UNM Prof Dr Farida Patittingi dan para pejabat lingkup UNM, Prof Taruna juga membahas konsep kepemimpinan leadership neuroscience.
Taruna mengatakan mengapa Allah SWT menjadikan manusia sebagai khalifah karena memiliki otak.
“Manusia memiliki ribuan miliar sel di dalam otaknya sehingga bisa berpikir serta membedakan mana yang benar mana yang salah,” katanya.
Plt Rektor UNM, Prof Dr Farida Patittingi menyambut baik kehadiran Prof Taruna. Farida mengatakan UNM Makassar siap berkolaborasi dengan BPOM dalam pengembangan dan pengawasan obat dan makanan.
“Kami berharap bisa berkolaborasi dengan BPOM dalam beberapa hal termasuk pemanfaatan hilirisasi riset,” katanya.
