JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Dewan Pimpinan Pusat Corps Alumni Bumi Seram Makassar (DPP CABM) menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas peristiwa yang menimpa salah seorang alumni yakni Capt Miswar Paturusi.
Capt Miswar Paturusi adalah angkatan 15 dalam CABM dan kini merupakan anggota aktif kendati sibuk melakukan aktivitasnya berlayar ke luar negeri.
Berdasarkan informasi sementara, peristiwa tersebut terjadi saat Capt Miswar Paturusi sedang menjalankan tugas profesionalnya sebagai nakhoda kapal ASD Tug Mussafah 2 di wilayah perairan Oman, Timur Tengah.
Sejak menerima laporan awal terkait peristiwa dimaksud, DPP CABM telah dan terus menjalin komunikasi serta koordinasi secara intensif dengan pihak keluarga, maupun kepada rekan kerja di perusahaan tempat Capt Miswar Paturusi bertugas, serta instansi Pemerintah Republik Indonesia yang berwenang dalam hal perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri.
DPP CABM saat ini secara aktif memantau perkembangan proses penanganan peristiwa tersebut.
“Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan moral dan pendampingan yang diperlukan kepada keluarga Capt Miswar Paturusi. Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terus dilakukan guna memastikan seluruh proses penanganan berjalan secara transparan, akuntabel dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan serta proses hukum yang berlaku, baik di tingkat nasional maupun internasional, ” kata Ketum DPP CABM Agus Salim melalui siaran persnya pada Senin (9/3).
Menyikapi tingginya perhatian publik terhadap peristiwa ini, DPP CABM pun mengimbau kepada seluruh pihak, khususnya media dan masyarakat, untuk senantiasa mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menahan diri dari menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya serta tidak berimbang.
“Kami meminta agar publik menunggu informasi resmi yang akan disampaikan oleh pihak keluarga yang berduka, perusahaan terkait dan otoritas yang berwenang, ” terangnya.
DPP CABM menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian, dukungan moril dan doa bagi keselamatan serta ketabahan keluarga Capt. Miswar Paturusi.
“Kami senantiasa berdoa semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini, serta berharap agar proses hukum dan penanganan peristiwa ini dapat segera memberikan kejelasan dan kepastian hukum bagi semua pihak, ” tutur Agus Salim.
Sebelumnya dikabarkan kapal milik perusahaan Abudabi Force yang dikemudikan Capt Miswar Paturusi ini, meledak dan terbakar di Selat Hormuz saat menuju Oman. Setelah peristiwa nahas itu, nahkoda kapal bersama awaknya dinyatakan hilang di perairan selat Hormuz tersebut.
Sampai kini belum ada titik terang keberadaan Capt Miswar Paturusi asal Luwu Sulsel, apakah selamat atau tewas. Istrinya bernama Muliati Achmad mengatakan sebelum kejadian, suaminya sempat memberi kabar melalui chat whatsapp. Suaminya pamit akan berlayar ke Oman pada Kamis sore dan tiba besok sore di Oman tersebut. Tujuannya berlayar ke Oman menurut istrinya, untuk menjemput kapal rusak. –
