Site icon Ujung Jari

Husniah Salut Kerja Sosial DWP Gowa dalam Pengentasan Stunting

GOWA, UJUNGJARI.COM — Bupati Gowa Husniah Talenrang mengaku salut dan kagum atas kerja-kerja sosial Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Gowa khususnya dalam membantu Pemerintah Kabupaten Gowa untuk percepatan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem.

Rasa salut itu disampaikan Bupati Gowa saat memberikan sambutan dalam kegiatan DWP Gowa Berbagi yang menghadirkan puluhan ibu hamil, ibu menyusui dan anak Balita di aula kantor Camat Somba Opu pada Senin (16/3) pagi.

Bupati yang hadir bersama Sekretaris Kabupaten Gowa Andy Azis Peter, Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Sofyan Daud disambut hangat Ketua DWP Gowa Suryanti Andy Azis dan Camat Somba Opu Nuraeny Apryani.

Bupati Husniah mengatakan, tahun 2025-2026 ini Gowa sudah berhasil menurunkan kemiskinan sekira 0,2 persen atau 6,64 persen (2025) dari dari 6,85 persen (2024).

“Ini adalah bentuk kinerja yang baik mudah-mudahan dapat terus kita lakukan. Saya salut kepada DWP yang mampu melakukan pendekatan kepada masyarakat. Upayakan jangan ada lagi kemiskinan ekstrem. Bantu saya, bantu pak Sekda dan semuanya agar di Gowa tidak ada lagi keluarga miskin ekstrem, ” kata Husniah mengapresiasi DWP.

Bupati perempuan pertama di Gowa ini juga
menekankan agar seluruh Lurah di Somba Opu dapat mengetahui data jumlah ibu hamil, ibu menyusui dan jumlah balita nya. Berapa yang melahirkan, berapa yang menyusui dan berapa balitanya.

“Saya tidak mau lagi ada Lurah yang tidak tahu sedetil mungkin soal warganya. Harus tahu berapa warganya yang melahirkan, menyusui, dan yang hamil. Lurah harus koordinasi dengan Dinas PPKB, penyuluh dan lainnya agar kita terhindar dari kemiskinan ekstrem, ” cetus Bupati Gowa.

Sebelumnya Ketua DWP Gowa Suryanti Andy Azis melaporkan melalui kegiatan berbagi ini, DWP ingin menghadirkan kebahagiaan dan harapan bagi keluarga yang mengalami keterbatasan.

“Semoga kegiatan ini menjadi ladang amal bagi kita semua khususnya para anggota DWP Gowa untuk terus bekerja dan mendukung kegiatan percepatan penurunan stunting di Gowa. Ini menjadi program tahunan DWP Gowa ke depan. Alhamdulillah untuk kegiatan berbagi ini, kami telah mengunjungi tiga panti asuhan di Somba Opu untuk mendistribusikan program berbagi dan hari ini DWP juga berbagi kepada 20 KRS (keluarga risiko stunting) sasaran yang didominasi para ibu hamil. Alhamdulillah bantuan yang kami bagikan ini bersumber dari donasi internal DWP, partisipasi SKPD khususnya PPKB dan Bank Muamalat, ” kata Suryanti.

Terpisah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa Sofyan Daud mengatakan kegiatan ini adalah upaya bersama DWP melakukan percepatan penurunan stunting. Dalam kegiatan ini juga, DWP tidak hanya menggandeng PPKB tapi juga Bank Muamalat.

Dikatakan Sofyan, rencananya kegiatan berbagi ini akan dilakukan ke seluruh kecamatan dimana DWP bersama Dinas PPKB akan bersinergi turun ke masyarakat.

“Kami dari PPKB sifatnya mengkoordinasikan kepada seluruh potensi potensi yang ada di Gowa untuk percepatan penurunan stunting sekaligus kami dari PPKB juga ikut menyiapkan paket bantuan yang menjadi kolaborasi DWP dan pihak lainnya,” tandas Sofyan.

Dikatakannya, upaya percepatan penurunan ini gencar dilakukan apalagi Bupati dan Wabup Gowa telah menekankan lebih menurunkan angka stunting Gowa atau di Sulsel dan mengupayakan menurunkan hingga bisa di bawah angka nasional 14 persen

“Sebenarnya cukup menggembirakan sekarang kondisi perkembangan perilaku masyarakat yang tadinya tidak terlalu suka makan telur kini sudah gemar makin telur. Kita ingin masyarakat menyadari bahwa makan telur itu sangat penting untuk protein dan gizi masyarakat, khususnya anak sebagai generasi yang sangat berisiko mengalami stunting jika gizinya tidak dijaga. Kini pelan-pelan, masyarakat kita kini sudah sadar bahwa stunting itu sangat tidak bagus. Sangat bahaya jika dialami anak-anak karena akan menghambat pertumbuhannya (jadi kerdil), ” terangnya.

Sementara itu, berdasarkan data terkini Dinas PPKB Kabupaten Gowa, jumlah KRS atau keluarga risiko stunting di Kabupaten Gowa sebanyak 15.567 keluarga atau 12,69 persen dari total 122.665 keluarga sasaran. –

Exit mobile version