JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut bahwa kenaikan harga avtur yang dipicu fluktuasi harga minyak dunia hingga menyentuh kisaran US$100 per barel, sejauh ini belum berdampak pada operasional maskapai domestik di Indonesia.
Menurut Dudy, harga minyak maupun avtur saat ini masih berada dalam rentang yang telah diprediksi oleh Pertamina. Selain itu, penetapan harga avtur masih mengacu pada harga bulan Maret yang berlaku saat ini.
“Perubahan harga avtur biasanya diperbarui setiap bulan. Untuk saat ini, masih menggunakan acuan harga Maret, dan penyesuaian baru akan dilakukan pada April,” ujar Dudy.
Ia menjelaskan, dampak dari kenaikan harga avtur terhadap biaya operasional maskapai domestik kemungkinan baru akan terasa pada bulan depan, seiring dengan pembaruan harga tersebut.
Meski demikian, pemerintah terus memantau perkembangan harga energi global guna mengantisipasi potensi dampak terhadap sektor transportasi udara, khususnya dalam menjaga stabilitas tarif penerbangan bagi masyarakat. (**)
