MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, turut mendampingi kunjungan lapangan dari Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia dalam rangka meninjau kondisi abrasi serta rencana penanganan wilayah pesisir di Pulau Lae-Lae, Kota Makassar, Selasa (17/3/2026).
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan infrastruktur perlindungan pesisir.
Langkah tersebut dinilai penting guna menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus memberikan perlindungan bagi masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik yang terdampak abrasi di Pulau Lae-Lae.
Kondisi pesisir yang mengalami pengikisan menjadi perhatian utama, mengingat dampaknya terhadap permukiman warga serta potensi kerusakan lingkungan yang lebih luas.
Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Lurah Lae-Lae, Ketua RT/RW setempat, serta tokoh masyarakat yang ikut menyaksikan langsung kondisi di lapangan.
Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, menyampaikan bahwa penanganan abrasi di Pulau Lae-Lae membutuhkan kolaborasi semua pihak agar dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Permasalahan abrasi ini tidak bisa ditangani secara parsial. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat agar solusi yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga berharap, melalui kunjungan ini, dapat segera dirumuskan langkah konkret dalam penanganan abrasi demi menjaga keselamatan wilayah pesisir dan melindungi masyarakat yang bermukim di Pulau Lae-Lae.
“Harapan kami, hasil dari peninjauan ini bisa segera ditindaklanjuti dengan program nyata yang mampu mengurangi dampak abrasi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir,” tambahnya.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan langkah strategis penanganan abrasi di Pulau Lae-Lae, sehingga keselamatan wilayah dan kesejahteraan masyarakat dapat terus terjaga. (Rls)
