JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Pelatih John Herdman mulai memetakan kekuatan calon lawan Timnas Indonesia, yakni Saint Kitts and Nevis, jelang pertemuan di ajang FIFA Series 2026.
Pertandingan yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 27 Maret tersebut menjadi ujian awal bagi Herdman dalam membangun fondasi permainan bersama Skuad Garuda.
Meski di atas kertas Indonesia lebih diunggulkan, pelatih asal Kanada itu menegaskan bahwa lawan yang dihadapi tidak bisa dipandang sebelah mata.
Herdman yang dikenal sarat pengalaman di level internasional mengaku sudah memiliki gambaran terkait kekuatan Saint Kitts and Nevis.
Ia bahkan pernah menghadapi tim tersebut dalam karier kepelatihannya, sehingga memiliki referensi penting untuk menyusun strategi.
Meski demikian, Herdman mengingatkan bahwa kondisi saat ini bisa jauh berbeda. Pergantian pelatih, perkembangan pemain, hingga dinamika dalam skuad membuat analisis harus dilakukan secara lebih mendalam dan cermat.
Menurutnya, fokus utama Timnas Indonesia saat ini adalah memaksimalkan persiapan dan memastikan para pemain memahami taktik yang akan diterapkan.
Herdman mengingat kembali pertemuannya dengan Saint Kitts and Nevis pada 2019 saat masih menangani Timnas Kanada. Ia menyebut laga tersebut berjalan sangat sulit meski berakhir dengan kemenangan.
“Saya pernah bermain melawan Saint Kitts and Nevis pada 2019 di kandang mereka. Itu sulit, sangat sulit,” ungkap Herdman.
“Kami menang 1-0. Tapi mereka tim yang serupa, dengan pemain yang kurang lebih sama, hanya pelatihnya yang berbeda. Jadi kami belum benar-benar tahu apa yang akan kami hadapi,” lanjutnya.
Dengan pendekatan tersebut, Herdman berharap timnya mampu meraih hasil positif sekaligus menunjukkan perkembangan permainan di laga perdana FIFA Series 2026. (**)
