JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel memicu kekhawatiran di kalangan calon jemaah haji Indonesia 2026.
Isu keamanan penerbangan hingga stabilitas kawasan Arab Saudi menjadi perhatian utama, namun pemerintah memastikan penyelenggaraan ibadah haji tetap berjalan sesuai rencana.
Menteri Haji dan Umrah RI, Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menegaskan bahwa seluruh tahapan persiapan telah berjalan dengan baik. Ia memastikan kondisi di Arab Saudi masih aman dan siap menerima jemaah Indonesia.
“Seluruh persiapan di Saudi sudah selesai dan berjalan dengan baik,” ujar Gus Irfan di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Pemerintah menyebutkan bahwa secara teknis pelaksanaan haji hampir sepenuhnya siap. Hal ini ditandai dengan penerbitan visa jemaah yang telah mencapai hampir 100 persen.
Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat ini berada di Arab Saudi untuk memastikan seluruh aspek operasional berjalan optimal.
Meski beredar spekulasi mengenai potensi perubahan jadwal akibat konflik kawasan, pemerintah menegaskan belum ada perubahan dalam rencana keberangkatan.
Jadwal Keberangkatan Tetap Sesuai Rencana
Pemerintah memastikan kloter pertama jemaah haji Indonesia tetap akan diberangkatkan pada April 2026.
Jemaah dijadwalkan mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026 dan diberangkatkan ke Tanah Suci sehari setelahnya, 22 April 2026.
Arahan dari Presiden RI, Prabowo Subianto, menempatkan keselamatan jemaah sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan.
“Kami melakukan mitigasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi demi memastikan keamanan jemaah,” jelas Gus Irfan.
Dampak Konflik pada Biaya Haji
Di tengah kepastian jadwal, dampak konflik mulai terasa pada aspek biaya. Kenaikan harga avtur berpotensi meningkatkan biaya operasional penyelenggaraan haji.
Selain itu, kemungkinan perubahan rute penerbangan demi alasan keamanan juga dapat menambah beban maskapai.
Namun, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menahan agar biaya tambahan tidak dibebankan kepada jemaah.
“Kami akan mencari solusi agar tidak perlu ada penambahan biaya bagi jemaah, dengan memanfaatkan sumber pendanaan lain yang memungkinkan,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah memastikan kesiapan logistik selama jemaah berada di Tanah Suci telah dipersiapkan secara matang, termasuk akomodasi, konsumsi, dan transportasi.
Jadwal Lengkap Haji 2026
Berikut rencana perjalanan haji 2026:
● 21 April 2026: Jemaah masuk asrama haji
● 22 April 2026: Pemberangkatan gelombang I ke Madinah
● 1 Mei 2026: Gelombang I dari Madinah ke Mekkah
● 6 Mei 2026: Akhir gelombang I ke Madinah
● 7 Mei 2026: Gelombang II ke Jeddah
● 15 Mei 2026: Akhir gelombang I ke Mekkah
● 21 Mei 2026: Akhir gelombang II ke Jeddah
● 25 Mei 2026: Pergerakan ke Arafah
● 26 Mei 2026: Wukuf di Arafah
● 27 Mei 2026: Idul Adha
● 28–30 Mei 2026: Hari Tasriq
● 1 Juni 2026: Pemulangan gelombang I
● 15 Juni 2026: Akhir pemulangan gelombang I
● 16 Juni 2026: Pemulangan gelombang II dimulai
● 30 Juni 2026: Pemulangan gelombang II
● 1 Juli 2026: Jemaah tiba di Tanah Air
Di tengah dinamika global, pemerintah menegaskan seluruh kebijakan akan tetap berfokus pada keamanan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah haji. (**)
