GOWA, UJUNGJARI.COM — Bupati Gowa Husniah Talenrang menyebutkan bahwa sumber daya manusia yang berintegritas menjadi kunci Pemilu yang berkualitas.
Hal itu disampaikan Husniah saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia berbasis Learning Management System (LMS) yang dilselenggarakan KPU RI di Baruga Tinggimae, kompleks Rujab Bupati Gowa pada Rabu (1/4).
Di zona FGD itu, Bupati Gowa menekankan bahwa kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh sistem tapi sangat bergantung pada kualitas manusia yang menjalankannya.
“Demokrasi berdiri di atas kualitas manusia yang mengelolanya dan itu ditentukan oleh integritas, kapasitas dan kesadaran kolektif para penyelenggaranya, bukan karena sistemnya. Hari ini kita sedang menanam fondasi itu,” kata Bupati Gowa.
Baginya, Pemilu adalah ujian kepercayaan publik sekaligus cermin kematangan demokrasi, sehingga peningkatan kualitas SDM menjadi hal yang penting.
Husniah pun mengapresiasi langkah KPU RI yang dinilai strategis dan relevan dalam menghadirkan LMS sebagai solusi pembelajaran yang adaptif dan berkelanjutan di era digital.
“Di era yang bergerak cepat ini, kita tidak bisa lagi mengandalkan pola lama. Learning Management System menjadi ruang belajar tanpa batas, menjembatani pengetahuan dan praktek serta melahirkan penyelenggara Pemilu yang profesional dan berintegritas,” tandas politisi PAN ini.
Husniah pun mengingatkan bahwa kunci utama tetap berada pada manusia yang memiliki komitmen, menjunjung tinggi kejujuran erta mampu menjaga marwah demokrasi dengan penuh tanggung jawab.
Bupati perempuan pertama di Gowa inipun berharap FGD ini melahirkan rekomendasi yang benar-benar dapat diimplementasikan untuk mewujudkan Pemilu berkualitas, transparan, berintegritas dan dipercaya masyarakat.
Pada FGD tersebut, salah satu anggota KPU RI Parsadaan Harahap mengatakan, FGD ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan nasional yang sebelumnya telah dilaksanakan di Lampung dan selanjutnya akan digelar di Bengkulu.
“Tujuannya untuk mendesain learning management system bagaimana semua pelatihan di KPU ke depan dilakukan secara digital, untuk membangun konsep mulai dari modul, sistem, termasuk tata kelolaan dan anggaran,” papar Parsadaan.
Parsadaan pun menilai Kabupaten Gowa sebagai lokasi yang representatif, sekaligus mengapresiasi sinergitas yang terjalin antara pemerintah daerah dan KPU Gowa.
“Saya terkesima dengan kepemimpinan Ibu Bupati yang memiliki wawasan demokrasi yang luas. Beliau juga menekankan pentingnya integritas sebagai kunci dalam pengelolaan Pemilu,” imbuh Parsadaan.
Sementara Ketua KPU Gowa Fitra Syahdanul mengatakan, hasil dari FGD ini akan menjadi bahan rekomendasi dalam penyusunan regulasi kepemiluan ke depan. Dikatakannya, FGD ini diikuti peserta dari 38 provinsi dan hasil diskusi ini akan menjadi masukan dalam pembahasan undang-undang kepemiluan yang masuk dalam Program Legislasi Nasional DPR RI, khususnya Komisi II.
“Pada FGD ini, diharapkan lahir konsep dan strategi dalam pengembangan SDM kepemiluan yang adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus memperkuat fondasi demokrasi yang berkualitas di Indonesia,” urai Fitrah. –
