MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dipastikan segera berjalan.
Program ini digadang-gadang menjadi solusi strategis dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus memenuhi kebutuhan energi di daerah.
Rencananya, pembangunan PSEL akan berlokasi di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa atau yang juga dikenal sebagai TPA Antang, tepatnya di Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk menunjang proyek tersebut.
Lahan ini akan menjadi pusat pengolahan sampah modern yang mengubah limbah menjadi energi listrik.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa proyek PSEL merupakan langkah penting dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks di kota Makassar.
Menurutnya, kehadiran PSEL tidak hanya akan mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Ini adalah solusi jangka panjang. Kita tidak hanya bicara soal mengurangi sampah, tetapi bagaimana sampah bisa diolah menjadi energi yang bernilai,” ujarnya.
Dalam operasionalnya, PSEL ditargetkan mampu menghasilkan listrik sebesar 20 hingga 25 megawatt (MW). Energi tersebut nantinya diharapkan dapat berkontribusi pada pasokan listrik di Makassar dan sekitarnya.
Namun demikian, proyek ini menghadapi tantangan pada ketersediaan bahan baku. Untuk menghasilkan energi secara optimal, PSEL membutuhkan sekitar 1.000 ton sampah setiap hari.
Sementara itu, volume sampah yang dihasilkan Kota Makassar saat ini dinilai belum mencukupi kebutuhan tersebut.
Menanggapi hal itu, Munafri menyebut pihaknya akan mencari solusi agar kebutuhan bahan baku tetap terpenuhi, termasuk kemungkinan menjalin kerja sama dengan daerah sekitar.
“Kami akan optimalkan sistem pengumpulan sampah dan membuka peluang kerja sama regional agar kebutuhan bahan baku bisa terpenuhi,” tambahnya.
Dengan hadirnya PSEL, Makassar diharapkan tidak hanya mampu mengurangi beban sampah di TPA, tetapi juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan. (drw)
