JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Pemerintah menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama tahun 2026 tetap terjaga kuat dan stabil meski di tengah dinamika global yang penuh tantangan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa capaian tersebut didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang solid, terutama dari sisi konsumsi rumah tangga yang masih menjadi motor utama pertumbuhan.
“Daya beli masyarakat tetap terjaga dan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Airlangga.
Selain itu, pemerintah juga mencatat perkembangan positif pada sektor ketahanan pangan.
Airlangga mengungkapkan bahwa stok beras nasional yang dikelola oleh Perum Bulog saat ini mencapai 4,6 juta ton.
Angka tersebut dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di dalam negeri.
Meski kondisi ekonomi relatif stabil, pemerintah tidak lengah. Berbagai kebijakan strategis terus disiapkan untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Salah satu langkah yang menjadi fokus adalah implementasi program biodiesel B50. Program ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi penggunaan energi domestik sekaligus memperkuat ketahanan anggaran negara di tengah fluktuasi harga energi global.
Pemerintah optimistis, dengan kombinasi konsumsi domestik yang kuat, ketahanan pangan yang terjaga, serta kebijakan strategis yang tepat, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap berada pada jalur positif sepanjang tahun 2026. (**)
