GOWA, UJUNGJARI.COM — Fantatis, selama puluhan tahun berdiri jadi BUMD, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa ternyata mampu memberikan dividen kepada Pemerintah Kabupaten Gowa sebesar Rp3.494.840.297.
Dividen ini diserahkan direksi Perumda AM Tirta Jeneberang kepada Bupati Gowa Husniah Talenrang didampingi Sekretaris Kabupaten Gowa Andy Azis Peter di Baruga Karaeng Pattingaloang pada Jum’at (10/4).
Dividen ini merupakan keuntungan yang dicapai Perumda Air Minum Tirta Jeneberang kurun 2025. Angka ini cukup fantastis dan memperlihatkan kesejahteraan yang dicapai Perumda Tirta Jeneberang dan merupakan satu peningkatan sebab pada tahun 2024 hanya mampu menghasilkan dividen Rp700 juta saja.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jeneberang Gowa Hasanuddin Kamal mengatakan, penyerahan PAD (pendapatan asli daerah) dari Perumda Air Minum Tirta Jeneberang untuk tahun 2026 ini berdasarkan laba tahun 2025 yang telah dicapai.
“Sesuai dengan Perda tentang pendirian Perumda, kita menyerahkan sekian puluh persen dari laba setelah pajak kepada pemerintah daerah selaku kuasa pemilik modal, senilai Rp3.494.840.297. Ini adalah angka tertinggi sejak Perumda Air Minum ini berdiri. Tentu saja kami berharap bahwa tahun ke depan bisa lebih maksimal lagi seiring dengan pertumbuhan cakupan pelayanan, ” kata dirut yang hadir didampingi jajaran direksi yakni Khaerul Aco sebagai Direktur Umum dan Irianto Razak sebagai Direktur Tehnik, Sekretaris Perumda Abdul Malik Abbas serta pada Kepala IKK lingkup Perumda Air Minum Tirta Jeneberang.
Hasanuddin menjelaskan, tugas Perumda bukan cuma mencari PAD tapi juga bagaimana sebanyak mungkin masyarakat Gowa bisa dilayani dan mendapatkan akses air minum.
Diakuinya, sampai hari ini, cakupan pelayanan masih kurang dari 40 persen dari penduduk Gowa yang terlayani di 12 kecamatan dari 18 kecamatan yang ada. Dikatakan Hasanuddin, ini menjadi tantangan bagi pihaknya dan akan menjadi ‘PR’ ke depan sehingga tanggung jawab Perumda Tirta Jeneberang sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam penyediaan kebutuhan dasar masyarakat di bidang air bersih menjadi lebih baik dan berkualitas.
“Makanya dari waktu ke waktu segala upaya dan program kita lakukan untuk menuju ke arah tersebut. Tahun 2026 ini kita melakukan pembangunan di wilayah Kecamatan Bontomarannu, penambahan kapasitas dan rehabilitasi instalasi pengolahan air di Samaya. Demikian pula dengan rehabilitasi instalasi pengolahan di Pandang-pandang yang 200 liter per detik. Semua itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kita terhadap seluruh pelanggan yang ada di Kabupaten Gowa, ” tandas Ketua Perpamsi Sulsel ini.
Hasanuddin menyebutkan, tahun ini bisa capai lebih besar karena ada peningkatan pendapatan dari segala usaha yang dilakukan di tahun 2025 dan juga setelah diaudit mendapatkan laba yang cukup besar.
“Kita juga sudah membayar pajak badan sebesar 22 persen, jumlahnya hampir Rp3 miliar kepada negara. Kemudian ini kita bayar lagi dividen kepada pemerintah daerah sendiri sebesar Rp3,4 miliar. Insha allah ke depan akan lebih tinggi asal kita tetap semangat bekerja dan tetap bekerja jujur pada koridor yang sesuai, ” hematnya.
Menurut Hasanuddin, apa yang dilakukan Perumda Tirta Jeneberang ini sebenarnya sebuah langkah maju seiring dengan menurunnya kemampuan daerah untuk menggali PAD. Ketika daerah dituntut untuk meningkatkan PAD karena dana transfer berkurang, maka Perumda sudah membuktikan diri sebagai unit usaha di bawah pemerintah daerah yang secara signifikan bisa memberikan kontribusi.
“Saya kira inilah yang dinamakan Gowa maju dalam realita. Dari penerimaan yang tahun-tahun sebelumnya hanya kurang lebih 500–600 juta, tahun ini kita bisa memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah senilai Rp3,4 miliar. Selain peningkatan cakupan layanan dan penambahan pelanggan yang membuat peningkatan deviden baik, ada juga penyesuaian tarif tahun lalu sekitar 25 persen, seiring pula dengan usaha efisiensi yang kita lakukan. Jadi betul-betul kita melakukan kerja-kerja efisiensi sehingga bisa menghasilkan profit yang cukup baik di tahun 2025,” terang Hasanuddin di Baruga Karaeng Pattingaloang Pemkab Gowa pada Jum’at (10/2) pagi.
Hasanuddin pun optimis Perumda bisa meningkat pendapatannya ketika pelanggannya bertambah. Jadi potensi penerimaan bertambah maka potensi pendapatan sendiri juga bisa bertambah.
Dividen Rp3,4 miliar yang diserahkan Perumda Air Minum Tirta Jeneberang ini diapresiasi tinggi Bupati Gowa.
Bupati Gowa Husniah Talenrang mengatakan
secara nilai finansial ini adalah pencapaian terbaik Perumda Tirta Jeneberang selama memberikan kontribusinya kepada pemerintah daerah.
“Tadi kita sudah menerima PAD dana dividen dari direksi Perumda. Ini adalah pencapaian terbaik dari perusahaan milik Pemkab Gowa ini. Deviden Rp3,4 miliar ini adalah nilai besar dan sangat fantastis. Namun, selaku pemerintah daerah saya memberikan beberapa pesan kepada Perumda bahwa bukan persoalan angka tapi kita membutuhkan pelayanan yang semakin baik. Karena biar bagaimanapun juga masyarakat itu masih ada yang puas tidak puas terhadap pelayanan dari Perumda. Nah, itu yang harus kita tingkatkan. Tingkat puas dan tidak puasnya masyarakat itu yang bisa menyebabkan naik turunnya nilai angka nantinya. Bukan juga soal pelayanan saja, tapi profit dan benefitnya itu harus seimbang. Antara keuntungan dengan pelayanan sosial harus seimbang. Dan berikutnya adalah integritasnya, ” kata Husniah.
Bupati Gowa pun berharap Perumda Tirta Jeneberang mampu berinovasi salah satunya adalah memproduksi air minum kemasan. Menurut Husniah Perumda bisa lebih besar apalagi Kabupaten Gowa merupakan daerah sumber air dengan adanya bendungan Bilibili dan bendungan Jenelata. Potensi ini akan bisa membuat Perumda Tirta Jeneberang berkembang lebih besar.
“Jika ini mampu dilakukan Perumda Tirta Jeneberang maka ini bisa menjadi solusi untuk penanggulangan pengangguran. Perumda Tirta Jeneberang jangan terbuai dengan angka saat ini, lebih perkuat layanan kesimbangan dan integritas, ” tandas Bupati Gowa. –
