MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Aktivis kemanusiaan asal Makassar, Itha Karen, resmi mengemban amanah sebagai bagian dari kepemimpinan kolektif Presidium Nasional Koalisi Perempuan Indonesia (KPI).
Terpilihnya Itha dinilai membawa angin segar bagi penguatan gerakan perempuan di Indonesia, terutama dalam mengintegrasikan isu hak asasi manusia dengan tantangan global yang kian kompleks.
Dalam pernyataannya, Itha menegaskan bahwa arah kepemimpinannya akan berfokus pada penguatan pendekatan gender transformatif.
Ia menilai perjuangan perempuan tidak cukup hanya berhenti pada pemenuhan hak administratif, tetapi harus menyasar akar persoalan ketidakadilan serta kekerasan yang bersifat sistemik.
“Kita harus berani mendobrak struktur yang masih melanggengkan kekerasan berbasis gender. Fokus kita adalah memastikan setiap kebijakan pembangunan, mulai dari tingkat desa hingga nasional, benar-benar berpihak pada kelompok paling rentan,” tegasnya.
Dorong Keadilan Ekologis di Wilayah Pesisir
Sebagai sosok yang tumbuh di wilayah pesisir Sulawesi, Itha turut membawa agenda keadilan iklim ke tingkat nasional.
Ia menyoroti kondisi perempuan di kawasan pesisir, seperti di Tallo dan Buloa, yang dinilai paling terdampak oleh krisis iklim serta proyek pembangunan yang belum sepenuhnya inklusif.
Menurutnya, suara perempuan akar rumput harus menjadi pijakan utama dalam setiap advokasi kebijakan yang diperjuangkan oleh KPI.
Perkuat Pengawasan Kebijakan dan Anggaran
Selain isu gender dan lingkungan, Itha juga dikenal vokal dalam mendorong transparansi anggaran publik.
Dalam perannya sebagai Presidium Nasional dari Kelompok Kepentingan Profesional, ia diproyeksikan memperkuat posisi KPI dalam mengawal mandat konstitusi, termasuk alokasi anggaran pendidikan dan perlindungan sosial agar tepat sasaran.
“Koalisi Perempuan Indonesia akan terus menjadi mitra kritis pemerintah. Kami memastikan perlindungan anak, pencegahan perundungan di ruang digital, serta pemenuhan hak ekonomi perempuan menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar,” ujarnya.
Penetapan Itha Karen sebagai Presidium Nasional diharapkan mampu memperluas jangkauan gerakan Koalisi Perempuan Indonesia, sekaligus mempererat sinergi antara gerakan perempuan di wilayah timur Indonesia dengan panggung kebijakan nasional. (Rhm)
