JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Pentas BRI Super League 2025/2026 memasuki fase krusial dengan persaingan gelar juara yang semakin mencekam.
Tiga tim teratas sama-sama menjaga asa, berupaya menghindari terpeleset di sisa pertandingan demi menjaga peluang menjadi kampiun di akhir musim.
Memasuki pekan ke-26, Persib Bandung masih kokoh di puncak klasemen dengan raihan 61 poin. Namun, posisi Maung Bandung belum sepenuhnya aman lantaran terus mendapat tekanan dari Borneo FC yang mengoleksi 60 poin di peringkat kedua, serta Persija Jakarta di posisi ketiga dengan 55 poin.
Secara matematis, Persib memang berada di atas angin. Namun, situasi di lapangan kerap menghadirkan kejutan yang sulit diprediksi, terlebih dengan delapan laga tersisa yang akan sangat menentukan.
Pengamat sepak bola nasional, Riphan Pradipta, menilai persaingan masih sangat terbuka, terutama antara Persib dan Borneo FC.
“Kalau masih delapan laga, peluang masih terbuka. Tapi yang paling dekat menguntit Persib menurut saya Borneo FC. Persija memang masih ada peluang, tapi performanya sempat mengalami sedikit turbulensi,” ujar Riphan.
Meski demikian, Riphan menegaskan Persija Jakarta tetap menjadi ancaman serius. Ia menyebut Macan Kemayoran berpotensi kembali ke jalur perebutan gelar jika mampu menjaga konsistensi seperti saat meraih kemenangan atas Persebaya Surabaya.
Menurutnya, baik Persib maupun Persija memiliki tantangan serupa, yakni menjaga fokus dan konsistensi permainan.
“Lawan terberat mereka sebenarnya adalah diri sendiri. Mereka harus menghindari kesalahan-kesalahan kecil yang bisa membuat kehilangan poin,” jelasnya.
Sementara itu, Borneo FC dinilai sebagai tim yang paling stabil dalam beberapa pekan terakhir. Meski sempat mengalami penurunan performa, Pesut Etam mampu bangkit dan kembali memberikan tekanan serius kepada Persib.
Riphan juga menyoroti keberhasilan Borneo FC dalam memanfaatkan bursa transfer paruh musim. Rekrutan anyar dinilai mampu meningkatkan performa tim asuhan pelatih Fabio Lefundes tersebut.
“Borneo FC cukup berhasil di bursa transfer putaran kedua. Mereka tidak merombak tim secara besar-besaran, tapi justru efektif menambah kekuatan. Itu yang membuat mereka sekarang lebih stabil,” ungkapnya.
Dengan delapan pertandingan tersisa, persaingan menuju tangga juara dipastikan akan semakin ketat.
Persib masih memimpin, namun Borneo FC terus menekan, sementara Persija siap memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk kembali bersaing di jalur juara. (**)
