GOWA, UJUNGJARI.COM — Jum’at (17/4) pagi dijadikan ruang curhat oleh Polres Gowa. Ruang curhat ini sengaja dibuka di hari Jum’at untuk menyerap aspirasi masyarakat tentang berbagai hal khususnya terkait keamanan dan ketertiban wilayah.
Bertempat di posko keamanan Pasar Induk Minasa Maupa, Kelurahan Tompobalang, Kecamatan,. Jum’at curhat ini dihadiri berbagai komunitas masyarakat yang tergabung dalam FKPM.
Jum’at curhat ini dihadiri pula Kasubbag Anev Bagbnops Dit Binmas Polda Sulsel Kompol Syamsir Syamsuddin didampingi Kasat Binmas Polres Gowa AKP Al Habsi dan jajarannya.
Dalam kesempatan itu Kompol Syamsir menegaskan bahwa kegiatan Jum’at curhat merupakan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat.
“Kami hadir untuk mendengar langsung suara masyarakat. Setiap masukan, kritik maupun keluhan akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut guna meningkatkan pelayanan serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tutur Kompol Syamsir.
Hal senada dikatakan Kasat Binmas Polres Gowa AKP Al Habsi. Perwira Polres Gowa ini mengapresiasi keterbukaan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
“Melalui Jum’at curhat, kami dapat mengetahui secara langsung permasalahan yang terjadi di lapangan. Sinergi antara Polri dengan masyarakat sangat penting agar setiap persoalan dapat ditangani secara cepat dan tepat,” kata AKP Al Habsi.
Dalam kegiatan itu, sederet curhatan FKPM dan masyarakat ditampung dalam notulen Satbinmas Polres Gowa dan Dit Binmas Polda Sulsel.
Program ini rutin dilaksanakan setiap hari Jum’at sebagai wadah untuk menampung aspirasi, saran serta keluh kesah masyarakat Gowa.
Salah satu perwakilan FKPM Kabupaten Gowa yakni Rusli Moenta menyampaikan curhatnya tentang adanya kelompok yang menggunakan atribut menyerupai FKPM Gowa untuk membekingi aktivitas judi sabung ayam serta praktek prostitusi di wilayah Jeneponto.
Perwakilan FKPM lainnya bernama Amiruddin menyuarakan agar ada tindakan penertiban bagi para penjual hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha pada Mei mendatang. Keberadaan tempat penjualan hewan kurban ini kerap mengganggu arus lalu lintas.
Bukan hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas tapi para pedagang hewan kurban juga cenderung abai terhadap kebersihan lingkungan temoat penjualannya sehingga terlihat jorok.
“Apa yang menjadi curhatan para perwakilan FKPM dan juga perwakilan masyarakat akan kami tampung dan tindak lanjuti ke pimpinan. Melalui Jum’at curhat, diharapkan sinergitas antara Polri dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, ” jelas AKP Al Habsi. –
