GOWA, UJUNGJARI.COM — Kurun setahun kepemimpinan Hati Damai (Husniah Talenrang dan Darmawangsyah Muin) selaku Bupati dan Wakil Bupati Gowa sedikit demi sedikit upaya pengentasan kemiskinan ekstrem menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa telah berhasil dilakukan.
Program Hati Damai melalui sub program Gowa Sejahtera berhasil membangun 448 unit rumah dalam bedah rumah yang dilakukan selama ini atau sudah 448 keluarga miskin ekstrem terfasilitasi.
Berdasarkan data Pemkab Gowa melalui Dinas Permukiman, Perumahan dan Pertanahan kolaborasi Baznas Gowa, rumah hasil bedah program Hati Damai ini sejumlah 448 unit secara rinci adalah 62 unit dari kolaborasi pemerintah dengan pengembang, kemudian Baznas Gowa 35 unit (2 unit sementara berproses), dari inisiatif Orang Tua Asuh (OTA) sebanyak 19 unit, dari BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) berdasarkan data aspirasi sebanyak 195 unit dan data Kemensos sebanyak 137 unit.
Bedah rumah KME (Keluarga Miskin Ekstrem) melalui kolaborasi lintas sektor ini menurut Bupati Gowa Husniah Talenrang adalah komitmen besar Pemkab Gowa yang terus bergerak menuntaskan masalah kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa.
“Program ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Gowa untuk menyiapkan tempat tinggal yang layak, sehat dan aman bagi masyarakat Kabupaten Gowa yang membutuhkan,” kata Husniah meninjau kondisi rumah salah satu penerima manfaat pasca yang telah dibedah di Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu pada Sabtu (18/4).
Untuk pelaksanaan bedah rumah ini, Husniah mengatakan Pemkab Gowa tidak bekerja sendiri tapi melibatkan sejumlah pihak lintas sektor yakni para pimpinan SKPD, pejabat, atau ASN yang ditunjuk menjadi OTA, Baznas selaku mitra kolaborasi pendanaan dan teknis masuk dalam program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) bersama pihak ketiga yakni pengembang (mitra kolaborasi).
“Kami mengajak semua pihak untuk bergotong-royong dan saling berkontribusi, berkolaborasi untuk Gowa maju. Mudah-mudahan program ini terus disupport oleh semua kalangan baik dalam maupun dari luar Gowa, ” jelas Bupati Gowa.
Disebutkan, sumber pendanaan bedah rumah berasal kolaborasi dari berbagai pihak, seperti Baznas Gowa sebagai sumber pendanaan yang paling konsisten. Dana yang dimaksud berasal dari pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), khususnya yang dikumpulkan dari para ASN di lingkup Pemkab Gowa. Dalam program ini, Baznas bertindak sebagai penyalur dana untuk program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB).
Kemudian pihak ketiga atau sektor swasta (Corporate Social Responsibility – CSR). Pemerintah Gowa secara aktif menggandeng pengembang dan perusahaan swasta melalui dana CSR.
Husniah menyebutkan, para pengembang di Gowa diarahkan untuk menyalurkan tanggung jawab sosial mereka dalam bentuk material bangunan atau pembiayaan penuh untuk satu atau lebih unit rumah (bedah rumah).
Sementara sumber pendanaan lain juga berasal dari kontribusi pribadi para OTA atau orang tua asuh yakni para pimpinan SKPD, personal pejabat atau ASN. Mereka masing-masing punya keluarga miskin ekstrem yang dibina secara langsung.
Para ASN dan pejabat pun terkadang menggunakan dana pribadi dan swadaya internal instansi mereka untuk mengkafer kebutuhan pokok para keluarga miskin ekstrem yang diasuhnya.
Bedah rumah ini bertujuan untuk membantu keluarga keluar dari status kemiskinan ekstrem guna mencapai target Zero Percent di Kabupaten Gowa. Meningkatkan Kesehatan dengan mewujudkan hunian yang sehat (sanitasi dan ventilasi baik) untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup penghuninya.
Salah satu kepala keluarga penerima bantuan bedah rumah bernama Mirwan Idam mengaku sangat bersyukur atas perhatian Pemkab Gowa karena keluarganya kini bisa merasakan tempat tinggal yang lebih layak. –
