SOPPENG, UJUNGJARI.COM — Fenomena warung kopi (warkop) sebagai ruang berkumpul lintas generasi kian berkembang. Tak sekadar tempat menikmati secangkir kopi, warkop kini menjelma menjadi ruang interaksi sosial yang produktif. Salah satunya terlihat di Warkop Catat mi Dulu (Camidu) yang semakin populer di kalangan masyarakat.
Berlokasi strategis di jantung Kota Soppeng, tepatnya di Jalan Kesatria dan berhadapan langsung dengan Gedung Serba Guna Lapatau, Warkop Camidu menjadi magnet bagi berbagai kalangan.
Suasana santai yang ditawarkan menjadikan tempat ini ideal untuk “ngongko-ngongko” sambil berbincang ringan hingga diskusi serius.
Di bawah pengelolaan sang owner yang akrab disapa Bang Anchy, Camidu terus berbenah untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Beragam fasilitas dan layanan ditata agar pengunjung betah berlama-lama. Tak heran jika kini Camidu bukan hanya sekadar tempat minum kopi, tetapi juga ruang bertemunya berbagai komunitas.
Berbagai kalangan rutin berkumpul di sini, mulai dari akademisi, politisi, pengusaha, jurnalis, hingga aktivis LSM.
Diskusi yang awalnya ringan kerap berkembang menjadi pertukaran ide yang konstruktif, bahkan melahirkan gagasan yang bermanfaat bagi kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Menurut DR. Supriansa, SH, MH, yang kerap menyempatkan diri singgah saat pulang kampung, warkop memiliki peran lebih dari sekadar tempat bersantai.
“Warkop bukan hanya untuk minum kopi, tapi juga tempat merawat persahabatan dan komunitas. Di sini kita bisa berdiskusi soal kebangsaan dan berbagai isu yang memperluas wawasan,” ujarnya.
Ke depan, manajemen Camidu juga berencana menghadirkan kegiatan yang lebih variatif. Salah satunya dengan mengundang Das’ad Latif untuk ngopi bareng sekaligus berdiskusi santai bersama pengunjung.
Bang Anchy menegaskan, langkah tersebut sebagai upaya memperkuat citra warkop sebagai ruang publik yang positif.
“Komunitas warkop itu bukan hanya tempat bersantai. Di dalamnya ada orang-orang dengan integritas dan kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik,” jelasnya.
Dengan konsep yang terus berkembang, Warkop Camidu kini tak hanya menjadi tempat melepas penat, tetapi juga wadah lahirnya ide, mempererat relasi, dan memperkaya wawasan masyarakat Soppeng. (Daus)
