MADINAH, UJUNGJARI.COM — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia di Madinah berjalan optimal selama musim haji 2026.
Upaya ini dilakukan untuk menjaga kondisi kesehatan jemaah, terutama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem di Arab Saudi.
Kepala Seksi Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah, dr. Enny Nuryanti, menyampaikan bahwa Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) beroperasi penuh selama 24 jam setiap hari guna memberikan layanan tanpa henti kepada jemaah.
“Dua puluh empat jam tiap hari, ya,” ujar dr. Enny di Madinah, Rabu (22/4/2026).
Ia menegaskan, tenaga medis disiagakan secara maksimal untuk memastikan setiap keluhan kesehatan jemaah dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
KKHI Madinah diperkuat oleh sembilan dokter umum dan spesialis, 12 perawat, serta tenaga pendukung seperti apoteker, laboran, penata radiologi, dan ahli sanitasi.
Dari sisi fasilitas, KKHI dilengkapi dengan 10 unit ambulans, lima tempat tidur pasien, serta peralatan medis seperti radiologi rontgen, USG, dan layanan farmasi.
Selain itu, tersedia sistem rujukan bagi jemaah yang membutuhkan penanganan lanjutan ke rumah sakit mitra di Arab Saudi.
Beberapa rumah sakit yang bekerja sama antara lain Saudi German Hospital, Rumah Sakit King Fahd, serta RS Al Madinah. Kolaborasi ini memungkinkan proses rujukan berjalan cepat sesuai kebutuhan medis jemaah.
Di tengah kesiapan layanan tersebut, dr. Enny mengingatkan jemaah untuk mewaspadai risiko dehidrasi yang kerap terjadi selama ibadah haji.
Menurutnya, kondisi ini sering muncul akibat kebiasaan jemaah yang mengurangi konsumsi air minum karena khawatir terlalu sering buang air kecil.
“Kalau selama musim haji ini, dehidrasi karena jemaah tidak mau minum takut sering kencing. Nah sebenarnya tipsnya itu minum tapi sedikit-sedikit,” jelasnya. (**)
