Site icon Ujung Jari

Panitia Jamnas XII 2026 Matangkan Juknis dan Skema Kegiatan di Buperta Cibubur

JAKARTA, UJUNGJARI.COM —- Panitia Bidang Kegiatan Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 terus mematangkan persiapan dengan menggelar rapat koordinasi pada Jumat pekan lalu.

Rapat berlangsung di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur dan membahas penyusunan petunjuk teknis (juknis), survei lokasi, serta tahapan persiapan kegiatan.

Rapat dipimpin Ketua Bidang Kegiatan, Dr. Rahman Syah, dan dihadiri jajaran pimpinan Kwarnas serta panitia terkait.

Dalam arahannya, Rahman menekankan pentingnya penyusunan juknis yang rapi dan komprehensif sebagai acuan pelaksanaan di lapangan.

“Bidang kegiatan harus memastikan seluruh skema kegiatan tersusun dengan baik agar tidak terjadi benturan jadwal. Koordinasi lintas bidang, terutama dengan sarana prasarana, menjadi kunci utama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan setiap panitia untuk bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing serta menjaga komunikasi agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar.

Sementara itu, Wakil Ketua Kwarnas Bidang Binamuda, Dr. Sigit Muryono, menekankan pentingnya sinergi antara bidang kegiatan dan bidang perkemahan.

Menurutnya, pengaturan waktu dan alur pergerakan peserta harus terkoordinasi dengan baik agar kegiatan berjalan efektif tanpa mengganggu ritme perkemahan.

“Komunikasi antarbidang harus intens, mulai dari waktu peserta keluar perkemahan hingga pelaksanaan kegiatan, sehingga semuanya berjalan sesuai jadwal,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut, panitia juga memaparkan konsep kegiatan Jamnas XII 2026 yang mengusung empat pilar utama, yakni ketangkasan, kemandirian (pangan), adaptasi, serta persaudaraan berbasis budaya.

Peserta nantinya akan dibagi dalam kelompok rotasi agar dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara merata.
Kegiatan Jamnas akan terbagi dalam berbagai seksi, mulai dari keterampilan kepramukaan, petualangan darat dan air, kampung pengembangan berkelanjutan, swasembada pangan, teknologi dan budaya, hingga kegiatan bela negara dan keagamaan.

Selain itu, panitia turut membahas sistem operasional harian yang mencakup tahap persiapan, pelaksanaan sesi kegiatan, hingga evaluasi harian.

Aspek manajemen risiko juga menjadi perhatian, termasuk mitigasi cuaca, penanganan medis, serta perlindungan peserta melalui konsep Safe From Harm guna memastikan keamanan seluruh peserta selama kegiatan berlangsung. (Rls)

Exit mobile version