GIANYAR, UJUNGJARI.COM — Bali United FC berhasil mengamankan kemenangan krusial saat menjamu PSM Makassar dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi Indonesia di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Tim berjuluk Serdadu Tridatu menyudahi perlawanan tim tamu dengan skor meyakinkan 2-0, dalam laga yang sejak awal sudah berpihak pada tuan rumah akibat keunggulan jumlah pemain.
Kemenangan ini membawa pasukan asuhan Stefano Cugurra meraih poin penuh di hadapan pendukung sendiri.
Sebaliknya, hasil ini menjadi pil pahit bagi tim Juku Eja yang harus bermain dengan sepuluh orang sejak awal pertandingan.
Bali United tampil dominan dengan memaksimalkan permainan dari sisi sayap untuk membongkar pertahanan Juku Eja.
Petaka bagi PSM datang saat laga baru berjalan empat menit. Bek andalan mereka, Yuran Fernandes Rocha Lopes, diganjar kartu merah langsung oleh wasit.
Kehilangan kapten sekaligus komando lini belakang membuat PSM terpaksa mengubah strategi lebih cepat demi menjaga keseimbangan permainan.
Memanfaatkan keunggulan tersebut, Bali United langsung menekan. Hasilnya terlihat pada menit ke-16 ketika Diego De Jesus Campos Ballestero berhasil memecah kebuntuan usai menerima umpan matang dari Rahmat Arjuna Reski.
Gol tersebut membuat tuan rumah semakin percaya diri mengontrol jalannya laga.
Meski bermain dengan sepuluh orang, PSM Makassar tetap berusaha memberikan perlawanan.
Mereka sesekali mengancam lewat bola mati dan serangan balik cepat. Namun, kokohnya lini pertahanan Bali United yang dikawal Bagas Adi Nugroho membuat upaya tim tamu tak membuahkan hasil hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan tetap tinggi. Beberapa pelanggaran keras terjadi dan memaksa wasit mengeluarkan kartu kuning, termasuk untuk Bagas Adi Nugroho serta kapten Bali United, Ricky Fajrin Saputra. Tuan rumah terus menekan demi menambah keunggulan.
Gol penutup akhirnya tercipta pada menit ke-77 melalui aksi Irfan Jaya yang sukses memaksimalkan assist dari Teppei Yachida.
Gol tersebut sekaligus meruntuhkan semangat juang PSM yang sudah terkuras sejak awal laga.
Secara statistik, Bali United unggul dalam penciptaan peluang, termasuk dari situasi bola mati dengan lima tendangan sudut berbanding tiga milik PSM. Hingga tambahan waktu berakhir, skor 2-0 tetap bertahan untuk kemenangan tuan rumah.
Hasil ini semakin menegaskan keangkeran Stadion Kapten I Wayan Dipta bagi tim-tim tamu, sekaligus menjadi modal penting Bali United dalam persaingan di papan klasemen. (drw)
