Site icon Ujung Jari

Barru Mulai Ekspor Daging Kepiting Rajungan ke Vietnam

BARRU,UJUNGJARI.COM–Budi daya kepting rajungan di Barru mulai menggeliat. Selain untuk konsumsi dalam negeri, petani kepiting di daerah ini juga sudah melirik pasar mancanegara.

Senin, 27 April 2026 kemarin, untuk kali pertama daging kepiting rajungan dari Barru diekspor ke Vietnam. Pelepasan ekspor ini disaksikan langsung Plh Sekretaris Daerah Barru, Andi Syarifuddin, S. IP, M. Si.

Daging rajungan ini merupakan hasil olahan PT Philips Seafood Indonesia. Acara pelepasan ini berlangsung di lokasi pabrik PT Philips Seafood Indonesia, di Bojo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru.

Dalam sambutannya, Andi Syarifuddin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada PT. Philips Seafood Indonesia atas peran aktifnya dalam mengelola komoditas lokal hingga mampu menembus pasar global.

Kegiatan ekspor ini dinilai tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga mampu menyerap tenaga kerja lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Barru.

“Ekspor perdana sebanyak 18 ton ini adalah bukti bahwa produk perikanan Kabupaten Barru memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar internasional,” ujarnya.

Kabupaten Barru sendiri memiliki garis pantai sepanjang 78 km dengan 28 desa/kelurahan yang terletak di wilayah pesisir. Berdasarkan data BPS, sektor perikanan menunjukkan kinerja yang kuat dengan capaian produksi pada tahun 2025 sebesar 27.410,47 ton, melampaui target yang ditetapkan. Selain itu, Kabupaten Barru tercatat sebagai produsen udang terbesar keempat di Sulawesi Selatan dengan produksi mencapai 4,4 ton per tahun.

Meski kapasitas produksi PT Philips Seafood Indonesia mencapai 2,5 ton per hari, Plh sekda Barru mengungkapkan bahwa pasokan bahan baku dari lokal Barru saat ini masih di bawah 3%, sementara 30% lainnya masih berasal dari impor.

Sebagai langkah nyata, Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Perikanan bersinergi dengan PT. Philips Seafood Indonesia dalam memperkuat hilirisasi dan peningkatan kapasitas SDM. Salah satu program yang telah dilaksanakan adalah pembinaan di Mini Plant Kelompok Mappadeceng, Desa Lasitae, untuk meningkatkan kualitas olahan kepiting rajungan.

Sejalan dengan visi “Barru Berkeadilan, Barru Maju Berkelanjutan dan Barru Sejahtera Lebih Cepat” tahun 2025-2030, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung iklim investasi yang kondusif.

Andi Syarifuddin juga mengimbau para nelayan untuk tetap menjaga kelestarian laut dengan menggunakan alat tangkap ramah lingkungan dan menjaga populasi rajungan demi keberlangsungan ekonomi jangka panjang.

Sementara itu, General Manager PT Phillips Seafoods Indonesia, Luthfian Rizqi Hidayat menyatakan bahwa pengiriman ini merupakan tonggak sejarah bagi unit operasional di Sulawesi.

“Kami menyampaikan rencana pengiriman ekspor produk perikanan ke Vietnam sebagai langkah awal dalam memperluas jangkauan pasar kami di Asia Tenggara. Dukungan dari pemerintah daerah sangat berarti dalam mewujudkan kelancaran operasional dan daya saing produk kami di kancah internasional,” ujar Luthfian.

Melalui ekspor perdana ini, PT Phillips Seafoods Indonesia berharap dapat terus meningkatkan volume pengiriman di masa mendatang, memperkuat devisa negara, dan membuka peluang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat pesisir di Sulawesi Selatan.

Exit mobile version