GOWA, UJUNGJARI.COM — Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros adalah dua daerah terdekat dengan Kota Metro Makassar. Di banding Maros, masyarakat Makassar lebih mudah masuk ke Gowa karena banyak akses bisa melalui Kecamatan Pattallassang, Barombong, Somba Opu.
Karena banyaknya akses masuk ke Gowa ini sehingga memudahkan masyarakat luar untuk mencari hunian di Gowa. Potensi ini pun terlihat dari bertumbuhnya perumahan-perumahan di wilayah kota di Gowa dan sekitarnya.
Dengan potensi ini, Pemkab Gowa melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) memberi pelayanan mudah kepada seluruh user atau pemohon dengan cepat dan seefektif mungkin dalam pengurusan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung). PBG ini dulu bernama IMB (Izin Mendirikan Bangunan).
Beberapa tahun lalu, pendapatan asli daerah dari sektor Perkimtan ini berhasil memasukkan PAD dengan angka miliaran. Bahkan Perkimtan pernah merealisasikan PAD sebesar Rp3 miliar.
Karena makin menjamurnya perumahan di Gowa, memungkinkan pendapatan bisa lebih dari Rp3 miliar. Sehingga untuk tahun 2026 ini, Perkimtan Gowa ditarget Rp4 miliar.
Hal itu dikatakan Kadis Perkimtan Gowa Abdullah Sirajuddin. Saat dikonfirmasi, Kamis (30/4), Abdullah mengatakan, dengan kondisi bertumbuhnya perumahan saat ini, maka Gowa sudah menjadi target hunian bagi masyarakat luar
“Alhamdulillah pada Hari Jadi Gowa tahun kemarin, Dinas Perkimtan diberi reward oleh pemerintah kabupaten dan diharapkan tahun ini bisa mencapai target yang ada, ” ucap Abdullah optimis.
Dikatakannya, jika berbicara backlog di Kabupaten Gowa itu kebutuhan rumah di masyarakat itu cukup tinggi mencapai 9.000 KK (kepala keluarga). Dan ternyata, Gowa mampu membangun rumah subsidi sebanyak 14.700 unit (tahun 2025). Dengan kondisi tersebut, berarti over.
“Yaa tingkat kebutuhan hunian warga kita over sebab kita sudah mampu menyiapkan rumah subsidi itu karena terbangun 14.700 unit sementara yang membutuhkan hanya 9.000 kepala keluarga. Namun tantangannya, karena Gowa menjadi daerah interland Makassar. Orang Makassar ini masih banyak yang butuh rumah yah berkisar 44.000 KK. Ditambah lagi keluarga yang baru nikah sekitar 14.000 keluarga dan itu masih mencari rumah. Salah satu target hunian itu yah Gowa, ” kata mantan Kabag Humas Setkab Gowa ini.
Dikatakannya, Gowa memang sangat potensi jadi sasaran warga Makassar untuk mencari rumah. Gowa memiliki wilayah yang luas. Hanya saja di Gowa itu masih banyak wilayah sesuai tata ruang masih berstatus ruang hijau dan sawah.
“Sekarang ini Gowa menjadi potensi pembangunan perumahan permukiman. Kecamatan Somba Opu yang merupakan wilayah kota sudah hampir semuanya menjadi area pemukiman. Kecamatan Pallangga juga demikian, Barombong juga serta Pattallassang. Empat wilayah ini merupakan area-area yang memang menjadi batas Makassar. Nah, itu menjadi favorit masyarakat kita, apalagi sudah banyak harga subsidi yang sangat murah, ” jelasnya.
Rerata keluarga baru pun mulai mencari rumah subsidi murah bahkan ada yang DP nol digit dan memang murah. Mereka lebih memilih mengambil rumah subsidi ketimbang mengontrak rumah.
Semisal tambah Abdullah, keluarga baru nikah itu daripada membuang uang ngontak Rp1.750.000 per bulan mereka lebih memilih membeli rumah dengan kredit Rp1.000.000 per bulan.
“Dengan beli secara kredit Rp1.000.000 per bulan, rumah itu sudah menjadi milik sendiri ketimbang ngontrak bayar setiap bulan rumahnya tetap status sewa saja. Potensi Gowa jadi sumber hunian inilah yang kita target. Dan ke depan ini sudah ada rencana-rencana pembangunan. Seperti di sekitaran Royal Spring, Sunville, juga di Barombong itu. Ya, ada potensi bisa sampai 500 hektare lahan permukiman baru. Jika sesuai hitungan pengembang bahwa dalam 1 hektare itu bisa berisi 70 unit rumah, maka jika luasannya 500 hektare berarti bisa sampai 350.000 unit rumah berdiri. Tentunya ini bisa menjadi sumber PAD untuk sektor perumahan bagi Gowa, ” kata Kadis Perkimtan didampingi Kabid Permukiman Dwi Uyat S dan Kabid Perumahan Taufik.
Dikatakan Abdullah, untuk tahun 2026 hingga April ini permohonan PBG sudah sekitar Rp200 juta (PAD).
“Nah itu baru triwulan pertama sudah segitu pemasukan PAD kita. Insha allah ke depannya lebih baik lagi. Jadi kita berupaya bagaimana mempermudah investasi sesuai penekanan pemerintah pusat. Kalau ada daerah menghambat investasi tentu tidak membantu pemerintah pusat dan terlebih tidak mendapatkan keuntungan bagi daerah itu sendiri, ” tandas Kadis Perkimtan. –
