Site icon Ujung Jari

Bedah Situasi PSM Makassar: Juku Eja di Persimpangan Nasib Jelang Akhir Musim

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Perjalanan PSM Makassar di kompetisi BRI Super League 2025–2026 memasuki fase krusial. Hingga pekan ke-30, tim berjuluk Juku Eja masih harus berjuang keras untuk menghindari jeratan degradasi.

Saat ini, PSM berada di posisi ke-14 klasemen sementara dengan koleksi 31 poin. Mereka hanya unggul empat angka dari Persis Solo yang menempati zona merah dengan 27 poin.

Dengan sisa empat pertandingan atau maksimal 12 poin yang masih bisa diraih, situasi ini jelas belum aman.

Secara hitungan realistis, PSM membutuhkan tambahan sekitar enam poin untuk mencapai angka 37. Jumlah tersebut dinilai cukup aman, mengingat tim-tim di zona degradasi diperkirakan tidak akan mampu menembus angka 35 poin hingga akhir musim.

Namun, jalan menuju target tersebut tidaklah mudah. Jadwal yang dihadapi PSM tergolong berat. Mereka harus berhadapan dengan Bhayangkara FC, Arema FC, Persib Bandung, dan Madura United.

Tidak ada lawan yang bisa dianggap enteng, bahkan mencuri satu poin saat menghadapi tim sekelas Persib atau Arema sudah menjadi hasil yang sangat berharga.

Selain itu, margin poin yang tipis membuat setiap laga menjadi sangat menentukan. Satu kekalahan saja bisa berdampak besar, apalagi jika di saat bersamaan Persis Solo mampu meraih kemenangan beruntun. Situasi tersebut bisa membuat jarak poin semakin tergerus dan tekanan semakin meningkat.

Berdasarkan simulasi sederhana, PSM setidaknya membutuhkan dua kemenangan dari empat laga tersisa. Alternatif lainnya, satu kemenangan dan tiga hasil imbang juga cukup untuk membawa mereka ke angka aman 37 poin.

Jika hanya mampu mengumpulkan tambahan tiga hingga empat poin, maka nasib Juku Eja akan sangat bergantung pada hasil tim-tim pesaing.

Dengan kondisi tersebut, kunci utama ada pada laga kandang. PSM wajib memaksimalkan poin penuh saat bermain di depan pendukung sendiri.

Sementara itu, dalam laga tandang melawan tim-tim kuat, mencuri satu poin sudah bisa dianggap sebagai kemenangan moral.

Empat pertandingan terakhir ini akan menjadi penentu segalanya, apakah PSM Makassar mampu bertahan di kasta tertinggi, atau justru harus menerima kenyataan pahit turun kasta musim depan. (drw)

Exit mobile version