MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Peluang PSM Makassar untuk menjauh dari ancaman degradasi di BRI Super League 2025/2026 kian terbuka lebar.
Skenario paling menguntungkan bagi Juku Eja bisa terjadi jika Persis Solo menelan kekalahan saat menghadapi Malut United pada pekan ke-31, pada Sabtu (2/5/2026) malam.
Saat ini, PSM Makassar berada di posisi ke-14 klasemen sementara dengan koleksi 31 poin. Mereka unggul empat angka dari Persis Solo yang masih berkutat di zona merah dengan 27 poin.
Dengan sisa empat pertandingan, setiap tambahan poin menjadi sangat krusial dalam perburuan bertahan di kasta tertinggi.
Jika Persis Solo gagal meraih poin di pekan ke-31, maka jarak antara kedua tim berpotensi tetap atau bahkan melebar, tergantung hasil yang diraih PSM di laga mereka.
Kondisi ini jelas menguntungkan Pasukan Ramang karena tekanan dari zona degradasi bisa berkurang secara signifikan.
Secara hitung-hitungan, PSM hanya membutuhkan tambahan sekitar enam poin lagi untuk mencapai angka aman di kisaran 37 poin, jumlah yang dalam beberapa musim terakhir kerap cukup untuk bertahan di liga 1.
Dengan asumsi Persis kehilangan poin, target tersebut akan terasa lebih ringan karena pesaing langsung tidak mampu memangkas jarak.
Selain itu, kegagalan Persis Solo meraih poin juga akan memberikan keuntungan psikologis bagi PSM Makassar. Tim asuhan Ahmad Amiruddin bisa bermain lebih lepas di sisa pertandingan tanpa tekanan besar dari bawah.
Meski demikian, PSM tetap dituntut untuk tidak bergantung pada hasil tim lain. Konsistensi meraih poin di setiap laga menjadi kunci utama agar mereka segera mengamankan status di Super League musim depan.
Dengan kombinasi hasil positif dari PSM dan terpelesetnya Persis Solo, jalan Juku Eja untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia akan semakin mulus. (drw)
