SAMARINDA, UJUNGJARI.COM — Borneo FC membuka peluang besar mengukir sejarah sebagai klub pertama asal Kalimantan yang menjuarai kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Kesempatan itu hadir pada musim Super League 2025/2026, di mana skuad Pesut Etam bersaing ketat dengan juara bertahan, Persib Bandung.
Dalam perjalanan panjang sepak bola nasional, sejumlah klub Kalimantan pernah mencicipi kerasnya kompetisi papan atas, seperti Bontang FC, Mitra Kukar, Persiba Balikpapan, hingga Barito Putera. Namun, belum ada satu pun yang mampu mengangkat trofi juara.
Borneo FC sendiri sempat mendekati pencapaian tersebut pada musim Liga 1 2023/2024. Saat itu, mereka tampil impresif sebagai juara reguler series, namun gagal di babak championship series sehingga gelar juara akhirnya diraih Persib.
Manajemen Borneo FC pun mulai menggaungkan semangat untuk mencetak sejarah. Manajer tim, Dandri Dauri, mengajak seluruh suporter dan masyarakat Samarinda untuk memberikan dukungan penuh kepada tim, termasuk pemain andalan seperti Mariano Peralta dan kawan-kawan.
“Final kami berikutnya adalah Persita Tangerang. Ini pertandingan yang sulit karena mereka tim kuat. Kami sangat berharap dukungan suporter untuk meraih kemenangan di setiap laga kandang,” ujar Dandri.
Hari ini, Borneo FC akan menjamu Persita Tangerang di Stadion Segiri, Selasa (5/5) malam. Laga ini juga menjadi ajang revans, setelah pada putaran pertama mereka takluk 0-2.
Setelah itu, Pesut Etam dijadwalkan menghadapi laga berat lainnya dengan bertandang ke markas Bali United dan Persijap Jepara, sebelum menutup musim dengan menjamu Malut United.
“Jika mimpi dan takdir juara itu ada, mari kita sambut bersama. Sekarang saatnya kita berjuang bersama untuk mewujudkannya,” tegas Dandri.
Dengan persaingan yang semakin ketat di papan atas, empat laga terakhir akan menjadi penentu apakah Borneo FC mampu mencatatkan sejarah baru bagi sepak bola Kalimantan. (**)
