Site icon Ujung Jari

Tunaikan Janji Pertanian, Bupati Soppeng Survei Langsung Titik Sumur Bor Dalam di Tiga Kecamatan

SOPPENG, UJUNGJARI.COM – Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, turun langsung ke lapangan bersama tim untuk menentukan titik pengeboran sumur bor dalam. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari realisasi visi-misi penguatan sektor pertanian di Kabupaten Soppeng.

Dalam sehari, Suwardi bersama tim menyambangi sedikitnya 10 titik di tiga kecamatan. Secara keseluruhan, survei ditargetkan menjangkau 25 titik lokasi yang tersebar di wilayah pertanian tadah hujan.

Tim harus menyusuri sejumlah pelosok dengan berjalan kaki untuk mencari titik koordinat yang tepat.

Survei dilakukan menggunakan metode geolistrik guna memastikan potensi ketersediaan air tanah di lokasi yang akan dibor.

“Langkah ini bagian dari percepatan program listrik masuk sawah, untuk mengatasi persoalan klasik pertanian di wilayah tadah hujan,” ujar Suwardi, Minggu (4/5/2026).

Ia menjelaskan, satu titik sumur bor dalam diperkirakan mampu mengairi sekitar 50 hektare sawah dengan kedalaman pengeboran hingga 200 meter.

Oleh karena itu, proses survei dilakukan secara cermat agar titik yang dipilih benar-benar memiliki potensi air yang memadai.

Sumur bor tersebut nantinya akan dipompa menggunakan energi listrik. Dengan pipa berdiameter 8 inci, debit air yang dihasilkan dinilai lebih besar dibandingkan sumur dangkal. Untuk satu titik, anggaran yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp1,8 miliar.

Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif “Listrik Masuk Sawah” yang bertujuan mendukung sistem irigasi pertanian.

Selama ini, sebagian besar lahan pertanian di Soppeng masih bergantung pada curah hujan, sehingga pola tanam sering tidak menentu saat musim kemarau.

Menurut Suwardi, penyediaan sumber air alternatif melalui sumur bor dalam menjadi solusi yang lebih terukur. Selain menjaga ketersediaan air, sistem ini juga membuka peluang peningkatan intensitas tanam petani.

Dari sisi teknis, pengeboran hingga ratusan meter dilakukan untuk memastikan ketersediaan air tanah dengan debit yang stabil.

Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Soppeng di bawah kepemimpinan Suwardi Haseng dalam mentransformasi sektor pertanian melalui integrasi infrastruktur energi dan pengairan.

“Pemerintah daerah menargetkan tidak hanya peningkatan produksi, tetapi juga stabilitas pertanian di tengah tantangan perubahan iklim demi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. (Daus)

Exit mobile version