Site icon Ujung Jari

47 Jemaah Lansia Diberangkatkan Umrah Wajib dengan Bus Hidrolik, PPIH Pastikan Layanan Aman dan Nyaman

MAKKAH, UJUNGJARI.COM — Sebanyak 47 jemaah haji lanjut usia (lansia) diberangkatkan menuju Masjidil Haram untuk menjalankan umrah wajib menggunakan fasilitas bus hidrolik khusus dari Hotel Lulua Al Mashaer, Selasa pagi.

Seluruh jemaah merupakan pengguna kursi roda yang mendapat layanan pendampingan penuh selama menjalani rangkaian ibadah.

Pemberangkatan dilakukan sejak pagi hari sebagai langkah antisipasi terhadap suhu panas ekstrem di Kota Makkah.

Fasilitas bus hidrolik tanpa tangga dipilih untuk memudahkan akses keluar-masuk jemaah, terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas.

Selain itu, para jemaah juga difasilitasi kursi roda resmi lengkap dengan jasa pendorong selama pelaksanaan ibadah umrah di Masjidil Haram.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk Lansia dan Disabilitas (Landis), Regita Yuniar, menjelaskan bahwa seluruh jemaah yang diberangkatkan merupakan lansia yang membutuhkan pendampingan khusus.

“Hari ini kami memberangkatkan sekitar 47 lansia untuk melaksanakan umrah wajib. Mereka semuanya menggunakan kursi roda dan juga sudah mendapatkan layanan jasa pendorong resmi,” ujar Regita di sela-sela kegiatan di Hotel Lulua Al Mashaer.

Ia menambahkan, para jemaah berasal dari Lombok dan Surabaya yang tiba di Makkah secara bertahap, masing-masing pada 30 April, 2 Mei, dan 4 Mei 2026.

Untuk menjamin kelancaran dan keselamatan ibadah, setiap jemaah didampingi oleh petugas dari berbagai unsur, mulai dari petugas kloter, petugas haji daerah, hingga tim PPIH Arab Saudi.

Total terdapat sekitar 4 hingga 5 petugas yang mendampingi dalam proses pemberangkatan tersebut.

Pendampingan intensif menjadi hal penting mengingat seluruh jemaah menggunakan kursi roda dan membutuhkan bantuan penuh sejak perjalanan menuju Masjidil Haram hingga pelaksanaan tawaf dan sa’i.

Selain pengaturan waktu keberangkatan, penggunaan bus hidrolik dan layanan kursi roda resmi juga menjadi strategi untuk menjaga kondisi fisik jemaah tetap stabil selama beribadah.

Setibanya di Masjidil Haram, para jemaah akan melanjutkan ibadah dengan bantuan jasa pendorong kursi roda resmi dengan kisaran tarif sekitar 300 riyal.

“Kami membantu memastikan jemaah lansia bisa berangkat dengan aman dan nyaman,” tambah Regita.

Suasana haru menyelimuti lobi hotel sebelum keberangkatan. Puluhan jemaah lansia tampak mengenakan pakaian ihram sambil duduk di kursi roda, menunggu giliran diberangkatkan menuju Baitullah.

Salah satu jemaah lansia asal Lombok, Siti Asiah Hasan, mengungkapkan rasa syukur karena akhirnya dapat menunaikan ibadah di Tanah Suci.

“Alhamdulillah, sehat-sehat. Pingin lihat Ka’bah. Mudah-mudahan lancar semua,” ujarnya lirih.

Bagi para jemaah lansia, perjalanan menuju Baitullah menjadi momen penuh haru yang telah lama dinantikan setelah bertahun-tahun menunggu kesempatan berhaji. (**)

Exit mobile version