Site icon Ujung Jari

Tanam Perdana PM-AAS, Bupati Soppeng Mulai Terapkan Pertanian Modern di 120 Hektare Lahan

SOPPENG, UJUNGJARI.COM — Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kementerian Pertanian RI mulai menerapkan sistem pertanian modern melalui Program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) yang ditandai dengan tanam padi perdana di Kelurahan Apanang, Kecamatan Liliriaja, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan yang digelar Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan itu menjadi langkah awal transformasi pertanian berbasis teknologi dan mekanisasi di Kabupaten Soppeng.

Bupati Soppeng, Suwardi Haseng menegaskan program tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan awal perubahan sistem pertanian menuju pola yang lebih modern dan efisien.

“Ini awal dari transformasi pertanian modern di Kabupaten Soppeng,” ujar Suwardi saat menghadiri kegiatan bersama para petani.

Menurutnya, petani saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan cuaca, harga hasil pertanian yang tidak menentu, kenaikan harga pupuk, hingga keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.

Karena itu, program PM-AAS dihadirkan sebagai solusi dengan memanfaatkan alat tanam modern, drone pertanian, pola tanam baru, serta pendampingan intensif dari para penyuluh pertanian.

“Teknologi hadir bukan untuk menggantikan petani, tetapi membantu pekerjaan menjadi lebih ringan dan meningkatkan hasil panen,” tegasnya.

Suwardi mengungkapkan, program PM-AAS pertama kali diterapkan di Soppeng pada 2025 dengan cakupan lahan seluas 5 hektare di Kecamatan Marioriawa.

Pada 2026, cakupan program meningkat signifikan menjadi 120 hektare, terdiri dari 100 hektare di Kecamatan Liliriaja dan 20 hektare di Marioriawa.

Ia berharap seluruh pihak, mulai dari penyuluh, kelompok tani, pemerintah hingga petani dapat bekerja sama menyukseskan program tersebut.

Menurutnya, penerapan pertanian modern diyakini mampu meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Fadjry Jufri menyebut Kabupaten Soppeng menjadi salah satu daerah prioritas pengembangan pertanian modern untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Ia menjelaskan, penerapan teknologi pertanian modern mulai dikembangkan setelah Menteri Pertanian melakukan kunjungan ke sejumlah negara maju di bidang pertanian.

Menurut Fadjry, program PM-AAS yang sebelumnya diuji coba di Soppeng mampu menghasilkan produktivitas hingga 10,4 ton per hektare.

Pada 2026, luas program PM-AAS di Soppeng meningkat menjadi 120 hektare. Di Sulawesi Selatan, hanya empat daerah yang mendapat program tersebut, yakni Sidenreng Rappang, Bone, Soppeng, dan Maros.

“Kementerian Pertanian berkomitmen memberikan dukungan maksimal agar program PM-AAS mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Badan BRMP juga menyerahkan bantuan benih padi varietas Inpari 48 dan Inpari 32 sebanyak 7,5 ton kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Selain itu, turut disalurkan bantuan pupuk untuk mendukung pelaksanaan program pertanian modern tersebut.  (Daus)

Exit mobile version