Site icon Ujung Jari

Kemenhaj Perketat Pengawasan Haji Ilegal di Bir Ali

MADINAH, UJUNGJARI.COM — Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi selaku Wakil Penanggung Jawab IV, meninjau langsung layanan jemaah haji di Sektor Khusus Bir Ali, Sabtu (9/5/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada jemaah berjalan optimal sekaligus memperkuat pengawasan terhadap potensi praktik haji ilegal.

Dalam peninjauan itu, Jaenal menilai kualitas layanan di kawasan Bir Ali mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Ia menegaskan, capaian tersebut harus terus dijaga melalui kerja sama seluruh petugas di lapangan.

“Pelayanan haji di Bir Ali tahun ini menunjukkan peningkatan yang signifikan. Ini harus terus kita jaga sebagai tanggung jawab bersama dalam memberikan layanan terbaik kepada jemaah,” ujar Jaenal.

Selain menyoroti pelayanan, Jaenal juga mengingatkan bahaya penyebaran informasi terkait praktik haji ilegal yang marak di media sosial, termasuk ajakan keberangkatan tanpa prosedur resmi.

Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya membahayakan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu sistem pelayanan haji yang telah disiapkan pemerintah.

“Informasi terkait haji ilegal sangat berbahaya karena dapat mengganggu sistem layanan yang sudah disiapkan dan membebani petugas di lapangan,” tegasnya.

Ia meminta seluruh petugas meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan jemaah tanpa identitas resmi. Penguatan koordinasi pengawasan di seluruh titik layanan, terutama area transit dan jalur pergerakan jemaah, juga menjadi perhatian utama.

Di hadapan petugas, Jaenal turut menekankan pentingnya penguatan karakter, kesiapsiagaan, dan profesionalitas petugas haji.

Menurutnya, petugas tidak cukup hanya hadir secara administratif, tetapi juga harus proaktif, memahami tujuan besar penyelenggaraan ibadah haji, serta mampu menentukan prioritas kerja di tengah dinamika lapangan.

Ia menambahkan, budaya kerja sama tim harus terus diperkuat agar pelayanan kepada jemaah berjalan lebih efektif, responsif, dan terarah.

Menutup arahannya, Jaenal menegaskan bahwa tugas petugas haji merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan integritas, profesionalitas, dan keikhlasan.

Seluruh upaya pelayanan, kata dia, harus bermuara pada satu tujuan utama, yakni memastikan jemaah haji Indonesia dapat beribadah dengan aman, tertib, nyaman, dan terlindungi.  (**)

Exit mobile version