MAKASSAR,UJUNGJARI.COM– Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin melaksanakan salah satu rangkaian Program Bina Desa Mahasiswa Tahun 2026 di Kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar melalui program SEHATI CLASS (Sekolah Hidup Bersih dan Sehat).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program utama LASKAR SEHAT (Lakkang Sadar Kesehatan) yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui gerakan peduli lingkungan dan edukasi preventif menuju desa sehat.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, serta keterampilan anak sekolah dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya terkait praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), pemilahan sampah, dan pemanfaatan sampah plastik melalui ecobrick sebagai upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan acara pembukaan yang dilaksanakan di Kantor Lurah Kelurahan Lakkang dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah setempat, dosen pendamping, serta tim mahasiswa pelaksana yang berjumlah 35 orang. Kegiatan ini dipimpin oleh Adelia Andini bersama tim mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Lakkang, Burhan, S.Sos., serta Dr. Wahiduddin, SKM,M.Kes selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Selain itu, kegiatan ini juga didampingi oleh dosen pembimbing, Nasrah, S.KM., M.Kes., dan Irmayanti, S.Gz., M.PH.
Dalam sambutannya, Lurah Lakkang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa bersama dosen pendamping. Edukasi seperti ini sangat penting, terutama bagi anak-anak sekolah agar terbiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Wahiduddin menyampaikan bahwa Program SEHATI merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), serta SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan).
Pelaksanaan SEHATI CLASS dilakukan melalui pendekatan edukatif, interaktif, dan partisipatif yang disesuaikan dengan karakteristik anak sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga metode utama, yaitu edukasi CTPS, game edukasi pemilahan sampah, dan praktik pembuatan ecobrick.
Pada metode pertama dilakukan melalui game edukasi pemilahan sampah. Siswa diperkenalkan pada jenis-jenis sampah, yaitu organik, anorganik, dan B3, menggunakan media visual sederhana dan permainan kelompok yang interaktif.
Setiap kelompok diberikan kartu sampah tiruan seperti kulit pisang, botol plastik, dan baterai bekas untuk dipilah ke tempat sampah sesuai kategorinya. Melalui permainan ini, siswa tidak hanya belajar mengenali jenis sampah, tetapi juga memahami pentingnya membuang sampah pada tempat yang tepat.
Metode kedua, siswa diberikan edukasi mengenai pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) melalui penayangan video edukasi yang menarik dan mudah dipahami. Setelah menonton video, siswa diajak untuk mempraktikkan langsung langkah-langkah CTPS secara bersama-sama dengan pendampingan mahasiswa. Metode ini bertujuan membentuk kebiasaan hidup bersih sejak dini melalui pengalaman langsung (learning by doing).
Selanjutnya, pada metode ketiga, siswa mengikuti praktik pembuatan ecobrick sebagai bentuk pemanfaatan sampah plastik menjadi barang bernilai guna. Dalam kegiatan ini, siswa diajarkan cara memasukkan dan memadatkan sampah plastik ke dalam botol plastik bekas hingga dapat digunakan kembali sebagai bahan yang bermanfaat.
Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai pengelolaan sampah sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan rumah maupun sekolah.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari praktik CTPS, permainan edukatif, hingga pembuatan ecobrick. Salah satu siswa kelas 5 mengungkapkan,
“Kegiatannya seru karena bisa belajar sambil praktik. Saya jadi tahu kalau sampah plastik bisa diolah jadi sesuatu yang bermanfaat,” Siswa lainnya juga menyampaikan,
“Videonya mudah dipahami, jadi saya bisa langsung praktik cuci tangan yang benar. Sekarang saya jadi tahu pentingnya hidup bersih dan buang sampah sesuai tempatnya.”
Melalui rangkaian metode tersebut, Program SEHATI CLASS tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga pada pembentukan perilaku hidup bersih dan peduli lingkungan sejak usia dini. Diharapkan siswa mampu menerapkan kebiasaan sehat secara konsisten serta menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya dalam menjaga kebersihan dan kesehatan, baik di sekolah maupun di rumah.
Lakkang adalah sebuah kelurahan dan pulau berbentuk delta yang terletak di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dikenal sebagai desa wisata, Lakkang menawarkan suasana asri dengan hutan mangrove, persawahan, dan peninggalan sejarah seperti bunker Jepang, menjadikannya oase tersembunyi di tengah hiruk pikuk kota Makassar.
