MAKKAH, UJUNGJARI.COM — Kementerian Haji dan Umrah RI melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus melakukan transformasi besar dalam pelayanan jemaah haji tahun 1447 H/2026 M.
Salah satu sektor yang mengalami pembaruan signifikan adalah layanan konsumsi yang kini mengandalkan teknologi digital dan peningkatan standar gizi untuk menjaga kebugaran jemaah menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, mengatakan seluruh pengelolaan konsumsi tahun ini telah terintegrasi secara digital.
Sistem tersebut mencakup pencatatan distribusi, pemantauan jumlah porsi, hingga verifikasi layanan secara real-time.
“Pada tahun ini pengelolaan data konsumsi mulai terintegrasi secara digital, mulai dari pencatatan distribusi, monitoring jumlah porsi, hingga verifikasi layanan,” ujar Indri Hapsari kepada Tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Senin (11/5/2026).
Digitalisasi tersebut dinilai sangat membantu percepatan koordinasi dan penanganan kendala logistik di lapangan. Terlebih, PPIH harus mengelola distribusi konsumsi dari 51 dapur penyedia menuju 177 hotel yang ditempati 527 kloter jemaah haji Indonesia di Makkah.
Melalui sistem pengawasan yang ketat, hingga saat ini tercatat sebanyak 1.193.534 boks makanan telah berhasil didistribusikan kepada jemaah tanpa kendala berarti.
Selain pembaruan sistem, kualitas makanan jemaah juga mengalami peningkatan. Penyusunan menu dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi, variasi lauk, serta penyesuaian dengan cita rasa khas Nusantara agar jemaah tetap berselera makan selama menjalankan ibadah.
“Penyusunan menu dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan gizi, variasi lauk, dan penyesuaian selera jemaah haji Indonesia,” kata Indri.
Pemerintah juga menambahkan asupan nutrisi pelengkap berupa susu, buah-buahan segar, dan air mineral yang diberikan secara rutin kepada jemaah di luar menu utama harian.
Fokus layanan konsumsi kini diarahkan untuk mendukung kesiapan jemaah menghadapi fase puncak haji di Armuzna. Setibanya di Arafah, setiap jemaah akan disambut dengan tiga botol air mineral sebagai minuman pembuka.
Selama menjalani wukuf di Arafah pada 8 hingga 9 Dzulhijjah, jemaah dijadwalkan menerima maksimal lima kali makan penuh.
Sebelum bergerak menuju Muzdalifah, PPIH juga akan membagikan paket konsumsi tambahan sebagai bekal energi jemaah.
Sementara di Mina, layanan logistik kembali diperkuat. Mulai 10 hingga 13 Dzulhijjah, jemaah akan memperoleh suplai makanan maksimal sepuluh kali guna menjaga kondisi fisik tetap prima selama menjalani lontar jumrah. (haji.go.id)
