Site icon Ujung Jari

Musyrif Diny Imbau Jemaah Datang Lebih Awal ke Arafah demi Kesempurnaan Wukuf

MAKKAH, UJUNGJARI.COM — Musyrif Diny Haji 2026, KH Asrorun Niam Sholeh, mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia agar datang lebih awal ke Arafah untuk melaksanakan wukuf.

Imbauan tersebut disampaikan guna mengantisipasi keterlambatan jemaah mengikuti rangkaian puncak ibadah haji yang menjadi rukun utama dalam pelaksanaan haji.

Menurut Prof Niam, keterlambatan menuju Arafah berpotensi membuat jemaah kehilangan kesempatan melaksanakan wukuf, yang dapat menyebabkan ibadah hajinya tidak sah.

“Lebih baik datang di Arafah lebih awal untuk mempersiapkan pelaksanaan wukuf daripada datang terlambat, karena bisa kehilangan kesempatan dan hajinya tidak sah,” kata Prof Niam di Madinah, Arab Saudi, Rabu (13/5/2026).

Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menegaskan, seluruh kebijakan dalam penyelenggaraan ibadah haji harus diprioritaskan untuk memastikan jemaah dapat mengikuti wukuf dengan baik dan sesuai ketentuan syariah.

Ia menjelaskan, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari kualitas layanan semata, tetapi juga dari terpenuhinya seluruh rukun dan syarat ibadah haji oleh para jemaah.

“Keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari aspek layanan. Akan tetapi, terutama terpenuhinya seluruh rukun dan syarat ibadah haji oleh jamaah,” ujarnya.

Prof Niam juga menilai seluruh layanan haji, mulai dari pembimbingan ibadah, konsumsi, transportasi, hingga akomodasi, harus bermuara pada kesuksesan ritual ibadah yang sesuai syariat Islam.

Ia berharap pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dapat berjalan lancar, khususnya pada fase puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Sebagai Musyrif Diny, Prof Niam menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan ibadah haji agar tetap berjalan sesuai tuntunan syariah dan memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah Indonesia.  (**)

Exit mobile version