Site icon Ujung Jari

Universitas Patria Artha Buka Prodi Baru Flight Nurse, Pertama di Indonesia

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Universitas Patria Artha kembali membuat terobosan di dunia pendidikan tinggi dengan membuka program khusus perawat pesawat udara atau flight nurse.

Program ini disebut-sebut menjadi yang pertama di Indonesia dan digadang-gadang menjawab kebutuhan tenaga medis di sektor penerbangan nasional maupun internasional.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX, Andi Lukman, menyebut langkah Universitas Patria Artha sebagai inovasi luar biasa karena menghadirkan program studi yang spesifik dan berbasis kebutuhan industri.

“Ini luar biasa, mungkin pertama di Indonesia. Perawat udara ini memang suatu kebutuhan, terutama dalam perjalanan panjang seperti umrah, penerbangan ke Eropa, dan lainnya yang membutuhkan tenaga medis untuk mendampingi penumpang,” ujarnya.

Menurut Andi Lukman, ke depan perguruan tinggi tidak cukup hanya membuka program umum, tetapi harus memiliki keunggulan yang spesifik agar mampu bersaing dan menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.

“Kementerian berharap perguruan tinggi punya keunggulan yang spesifik. Misalnya kesehatan berbasis laut, berbasis udara, dan lainnya. Jadi prodi ini sangat dibutuhkan masyarakat, pemerintah, dan negara,” katanya, Jumat (15/5/2026).

Sementara itu, Rektor Universitas Patria Artha, Bastian Lubis menjelaskan, program tersebut merupakan pengembangan dari pendidikan S1 Keperawatan dan profesi Ners yang dipadukan dengan sertifikasi internasional Certified Flight Nurse (CFN).

“Kita satu-satunya di Indonesia yang punya flight nurse. Jadi setelah Ners, mereka juga mendapatkan sertifikat internasional Certified Flight Nurse. Jadi lulus dapat dua gelar kompetensi,” jelasnya.

Menurut Bastian, kebutuhan tenaga perawat dengan kemampuan khusus di dunia penerbangan sangat besar, termasuk untuk kebutuhan luar negeri. Namun, tantangan terbesar bukan hanya soal kemampuan akademik, melainkan pembentukan karakter dan disiplin mahasiswa.

“Kalau karakternya jelek, biar pintar juga tidak bisa. Karena itu sekarang kami perkuat pembentukan karakter sejak semester awal sampai akhir,” tegasnya.

Ia mengaku selama ini banyak mahasiswa keperawatan yang saat magang langsung ditawari bekerja oleh industri sebelum menyelesaikan pendidikan sarjananya.

Karena itu, kampus kini memperketat kebijakan agar mahasiswa tetap menyelesaikan pendidikan hingga tuntas sebelum memperoleh sertifikasi kompetensi penuh.

“Dulu semester tujuh sudah kami kasih sertifikasi kompetensi, akhirnya banyak yang tergoda langsung kerja. Sekarang kami tahan dulu, harus selesaikan S1 baru dapat sertifikasi,” katanya.

Secara umum, tahun ini Universitas Patria Artha menargetkan menerima 300 hingga 400 mahasiswa baru yang tersebar di 10 program studi, termasuk program flight nurse.

Selain itu, kampus juga mulai mencari tenaga dosen yang tidak hanya kuat dalam teori, tetapi memiliki pengalaman praktik langsung di dunia industri kesehatan dan penerbangan.

“Kami sekarang mencari dosen yang memang punya skill praktik, jangan hanya teori saja,” pungkas Bastian. (rhm)

Exit mobile version