Site icon Ujung Jari

Warga Telkomas Tolak Koperasi Merah Putih di Lapangan Basket: “Kalau Dipaksakan, Kami Melawan”

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Warga Perumahan Telkomas, (RW 1, RW 2 dan RW 3) Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, kompak menolak rencana pembangunan Koperasi Merah Putih di atas lahan fasilitas umum berupa lapangan basket di Telkomas.

Warga menilai rencana tersebut telah mengabaikan fungsi fasilitas olahraga yang selama ini digunakan masyarakat setempat.

Penolakan warga muncul karena lapangan basket itu bukan sekadar sarana olahraga, tetapi juga menjadi ruang aktivitas dan interaksi warga Telkomas.

Mereka menilai fasilitas umum tidak boleh dialihfungsikan tanpa musyawarah dan persetujuan masyarakat.

Tokoh masyarakat Telkomas, Pak Bakti, menegaskan hampir seluruh warga menolak pembangunan koperasi di atas lapangan basket tersebut.

“Sebanyak 99 persen warga Telkomas menolak pembangunan Koperasi Merah Putih di atas fasilitas olahraga, yaitu lapangan basket di Telkomas,” ujar Pak Bakti kepada ujungjari.com, Jumat (15/5).

Ia menilai pengurus RT dan RW seharusnya berpihak kepada kepentingan warga karena dipilih langsung oleh masyarakat.
“RT dan RW itu dipilih oleh warga, jadi mereka harus pro terhadap warga,” tegasnya.

Pak Bakti juga memperingatkan warga akan mempertahankan fasilitas olahraga itu apabila pembangunan tetap dipaksakan.
“Intinya kami menolak. Kalau ini dipaksakan, kami dan seluruh warga Telkomas akan melawan,” katanya.

Menurutnya, sangat disayangkan jika lapangan basket yang selama ini dimanfaatkan warga untuk berolahraga justru dialihkan menjadi lokasi pembangunan koperasi.

“Kami sangat menyayangkan kalau lapangan basket di Telkomas dipakai untuk Koperasi Merah Putih. Itu fasilitas olahraga warga Telkomas,” ujarnya.

Ia pun mempertanyakan alasan pemilihan lapangan basket sebagai lokasi pembangunan koperasi, padahal masih banyak lahan lain yang dinilai lebih layak.

“Masih banyak lokasi lain yang bisa dijadikan Koperasi Merah Putih. Kenapa harus di lapangan basket?” pungkasnya.

Penolakan serupa disampaikan warga Telkomas lainnya, Teo Talebong. Ia menegaskan pembangunan koperasi tidak bisa dilakukan di atas fasilitas umum dan sarana olahraga warga.

“Tidak bisa di situ, kami menolak,” kata Teo Talebong.

Menurutnya, rencana pembangunan Koperasi Merah Putih di kawasan Telkomas seharusnya dibahas terlebih dahulu bersama warga, bukan diputuskan sepihak.

“Pembangunan koperasi harus dimusyawarahkan dan disepakati warga. Tidak bisa serta merta RT, RW dan lurah seenaknya menunjuk lokasi untuk diusulkan pembangunan koperasi,” tegasnya.   (drw)

Exit mobile version