MAKKAH, UJUNGJARI.COM – Pemerintah Indonesia terus memperkuat komitmen menghadirkan layanan haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan pada penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Berbagai fasilitas pendukung hingga sistem mitigasi disiapkan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk memastikan kenyamanan dan kemandirian jemaah lanjut usia selama berada di Makkah.
Di Sektor 2 Daerah Kerja (Daker) Makkah, fasilitas khusus bagi jemaah lansia telah disiapkan mulai dari kamar hotel hingga akses mobilitas.
Koordinator Layanan Lansia dan Disabilitas (Landis) Sektor 2 Daker Makkah, Mohammad Anang Firdaus, mengatakan salah satu fokus utama pelayanan adalah modifikasi fasilitas kamar dan toilet hotel.
Menurutnya, setiap kamar jemaah lansia kini dilengkapi handling atau pegangan besi khusus yang dipasang di samping tempat tidur dan area kamar mandi untuk membantu aktivitas jemaah.
“Fasilitas handling ini bisa dibuka-tutup dan disesuaikan naik-turunnya. Keberadaan pegangan ini sangat penting untuk membantu lansia agar tetap mandiri saat beraktivitas,” ujar Anang kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Minggu (17/5/2026).
Tak hanya itu, setiap hotel di Sektor 2 juga diwajibkan menyediakan minimal 10 kursi roda guna mendukung mobilitas jemaah lansia dan disabilitas.
Akses ramah kursi roda berupa ramp turut disiapkan mulai dari area penurunan jemaah dari bus hingga pintu masuk hotel.
Selain pelayanan fisik, PPIH juga mengedepankan pendekatan sosial dan edukatif.
Jemaah yang sehat diajak untuk ikut membantu sesama jemaah yang memiliki keterbatasan gerak sebagai bentuk kepedulian bersama.
Untuk memastikan kebutuhan jemaah lansia terpenuhi, Tim Landis Sektor 2 secara rutin menjalankan program Visitasi Hotel.
Program ini difokuskan pada pemenuhan empat kebutuhan utama jemaah lansia, yakni biologis, psikologis, sosiologis, dan religi.
Dari sisi biologis, petugas memastikan kebutuhan nutrisi sesuai kondisi kesehatan jemaah. Misalnya, bagi jemaah yang hanya dapat mengonsumsi makanan lunak, petugas memastikan ketersediaan menu bubur.
Selain itu, sektor juga menyalurkan bantuan logistik tambahan seperti popok dewasa (pampers), underpad, dan tisu basah.
Sementara pada aspek psikologis, petugas memberikan pendampingan dan motivasi bagi jemaah yang mengalami penurunan semangat, termasuk memfasilitasi panggilan video dengan keluarga di Tanah Air.
Pada aspek sosiologis, petugas berupaya menjaga interaksi sosial antarjemaah agar lansia tidak merasa terisolasi. Sedangkan dari sisi religi, petugas memastikan seluruh jemaah lansia dapat menjalankan rangkaian ibadah wajib, khususnya Umrah Wajib, dengan aman dan nyaman.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih inklusif serta memberikan pelayanan maksimal bagi jemaah lanjut usia selama berada di Tanah Suci. (**)
