MAKKAH, UJUNGJARI.COM — Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, turun langsung meninjau kesiapan layanan jemaah haji Indonesia di kawasan Arafah menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Peninjauan dilakukan bersama rombongan Amirul Hajj guna memastikan seluruh layanan dasar bagi jemaah berada dalam kondisi siap digunakan saat puncak pergerakan jemaah berlangsung.
Fokus pengecekan mencakup kesiapan tenda, konsumsi, sanitasi, hingga fasilitas pendukung yang ramah bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
“Hari ini kita memeriksa kesiapan tenda-tenda di Arafah dan Mina, kesiapan makanan, kesiapan toilet, kesiapan klinik-kliniknya kita lihat,” ujar Menhaj.
Salah satu perhatian utama dalam peninjauan tersebut adalah kesiapan logistik makanan siap saji atau Ready to Eat (RTE).
Menhaj bersama Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, meninjau langsung gudang penyimpanan makanan yang disiapkan untuk kebutuhan jemaah selama fase Armuzna.
Berbagai menu khas Indonesia disiapkan, termasuk rendang daging yang akan didistribusikan kepada jemaah.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kualitas penyimpanan, kebersihan, serta kesiapan distribusi makanan agar tetap layak konsumsi, khususnya bagi jemaah lansia.
“Namanya gudang memang tempat penyimpanan makanan, tapi yang penting tadi saya lihat kebersihannya,” kata Menhaj.
Selain konsumsi, fasilitas sanitasi di Arafah juga menjadi perhatian serius. Rombongan meninjau langsung kondisi toilet darurat, termasuk ketersediaan air dan kelayakan penggunaannya.
Menurut Menhaj, rasio ketersediaan toilet saat ini masih berada pada kisaran satu unit untuk 50 jemaah. Meski belum ideal, fasilitas yang tersedia dipastikan tetap dimaksimalkan demi kenyamanan jemaah.
“Toilet tadi saya tanya memang belum ideal, tapi untuk ukuran Arafah saat ini satu banding lima puluh,” ungkapnya.
Kementerian Haji dan Umrah juga akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait di Arab Saudi guna mendorong penambahan fasilitas sanitasi pada musim haji mendatang.
“Kami tadi minta tahun depan kalau masih digunakan, jumlah toiletnya ditambah lagi,” ujarnya.
Peninjauan dilanjutkan dengan pengecekan kondisi tenda dan tempat istirahat jemaah. Menhaj bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, serta tokoh masyarakat Yusuf Hamka, mencoba langsung fasilitas kasur dan ruang istirahat untuk memastikan kenyamanan jemaah.
Seluruh rangkaian pengecekan dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan layanan haji yang aman, nyaman, dan ramah bagi jemaah, terutama kelompok lansia.
“Hari ini dan beberapa hari ke depan, kami akan terus bekerja keras memastikan semua siap,” tutup Menhaj. (haji.go.id)
