SOPPENG, UJUNGJARI.COM – Kepergian jamaah calon haji (CJH) asal Kabupaten Soppeng, Darmina Sikki Kulasse (42), yang wafat saat menjalankan ibadah di Tanah Suci, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
Meski demikian, keluarga besar almarhumah menyatakan ikhlas menerima takdir yang telah ditetapkan Allah SWT.
Darmina meninggal dunia saat melaksanakan tawaf wajib di Masjidil Haram, Makkah, pada Kamis (21/5/2026).
Kabar duka tersebut menjadi pukulan berat bagi keluarga, terutama putri semata wayangnya, Nurul Hayati (21), yang saat ini sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Wajo, serta suaminya, Aristang (56).
Kesedihan keluarga semakin terasa karena mereka hanya menerima kabar wafatnya almarhumah tanpa dapat melihat jenazah untuk terakhir kalinya.
Sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi, jenazah warga negara asing yang meninggal dunia di Tanah Suci dimakamkan langsung sesuai syariat Islam.
Sebelum keberangkatan, almarhumah diketahui dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan keluhan selama perjalanan, baik saat penerbangan maupun ketika menggunakan bus sholawat menuju lokasi ibadah.
Namun, berdasarkan keterangan keluarga dan hasil pemeriksaan medis, Darmina diketahui memiliki riwayat penyakit jantung iskemik, hipertensi, serta hiperlipidemia.
Almarhumah juga didiagnosis mengalami syok kardiogenik dan acute major cardiac infarction. Kondisi tersebut membuatnya masuk dalam kategori jamaah risiko tinggi (risti berat).
Meski diliputi duka, keluarga memilih menerima musibah ini dengan penuh keikhlasan serta mengajak seluruh kerabat dan masyarakat untuk turut mendoakan almarhumah.
“Kami ikhlas. Mohon doakan almarhumah agar diterima di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran,” ujar Eka Sakti, pihak keluarga yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Barae, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng.
Darmina diketahui berangkat ke Tanah Suci bersama Kloter 41 Embarkasi Hasanuddin pada 19 Mei 2026.
Jenazahnya telah dimakamkan di Pemakaman Soraya/Al Sharaya, Makkah, dengan proses pengurusan yang difasilitasi oleh PPIH bersama pihak maktab setempat. (Daus)
