Site icon Ujung Jari

Bupati Soppeng Canangkan Review Optimasi Lahan Non-Rawa Terintegrasi Program Listrik Masuk Sawah

SOPPENG, UJUNGJARI.COM – Pemerintah Kabupaten Soppeng memperkuat upaya ketahanan pangan daerah melalui pencanangan review hasil Survei Investigasi dan Desain (SID) Optimasi Lahan Non-Rawa Tahun 2026 yang terintegrasi dengan program unggulan Listrik Masuk Sawah.

Kegiatan yang dipimpin Bupati Suwardi Haseng tersebut berlangsung di Ruang Pertemuan Gabungan Dinas, Watansoppeng, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur akademisi hingga BUMN PLN.

Program optimasi lahan non-rawa ini menargetkan pengembangan lahan pertanian seluas 8.300 hektare guna mendukung swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Soppeng.

Luasan tersebut terdiri atas area inti seluas 6.256 hektare yang tersebar di tujuh kecamatan dan area pengembangan khusus sekitar 1.500 hektare di Kecamatan Liliriaja.

Cakupan program menyasar delapan kecamatan dan 45 desa dengan melibatkan sedikitnya 164 kelompok tani.

Fokus utama hasil review SID diarahkan pada penguatan infrastruktur irigasi yang terintegrasi dengan program Listrik Masuk Sawah.

Sebagian besar pekerjaan fisik, sekitar 84 persen, akan difokuskan pada pembangunan sistem pompanisasi dan sumur bor berbasis energi listrik. Sebanyak 533 titik sumur bor direncanakan dibangun dan tersebar di delapan kecamatan.

“Program ini menitikberatkan pada integrasi infrastruktur irigasi dengan program unggulan Listrik Masuk Sawah yang menjadi visi misi pemerintah daerah,” ujar Suwardi Haseng saat membuka kegiatan.

Program tersebut digagas oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng sebagai pemrakarsa sekaligus fasilitator.

Turut hadir dalam kegiatan itu tim akademisi penyusun SID dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin yang dipimpin Ketua Tim Andang Suryana Soma.

Hasil review SID juga merekomendasikan kesiapan pasokan energi listrik untuk mendukung program Listrik Masuk Sawah.

Pemerintah Kabupaten Soppeng berencana menyinergikan kesiapan tersebut dengan alokasi anggaran Optimasi Lahan (OPLAH) guna mempercepat realisasi pembangunan fisik di lapangan.

Melalui integrasi infrastruktur irigasi dan kelistrikan tersebut, Pemkab Soppeng menargetkan peningkatan produktivitas pertanian serta penguatan ketahanan pangan berkelanjutan di daerah. (Daus)

Exit mobile version