MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Klasemen akhir Super League 2025/2026 resmi berakhir dengan menghadirkan drama hingga pekan terakhir kompetisi.
Di papan atas, juara ditentukan lewat keunggulan head to head, sementara di papan bawah nasib PSM Makassar juga ditentukan lewat aturan yang sama.
PSM Makassar akhirnya memastikan tetap bertahan di Super League musim depan setelah finis di peringkat ke-15 atau satu tingkat di atas zona degradasi.
Juku Eja mengoleksi 34 poin dari 34 pertandingan, sama dengan Persis Solo yang berada di bawahnya.
Namun, PSM berhak bertahan karena unggul head to head atas Persis Solo. Keunggulan itu menjadi penyelamat Juku Eja dari ancaman turun kasta ke Championship musim depan.
Keberhasilan bertahan ini menjadi akhir yang melegakan bagi PSM setelah menjalani salah satu musim paling berat dalam beberapa tahun terakhir.
Sepanjang kompetisi, tim asal Makassar tersebut terus berkutat di papan bawah dan beberapa kali berada dalam tekanan besar akibat hasil yang tidak konsisten.
Padatnya jadwal pertandingan, badai cedera pemain, hingga berbagai persoalan internal disebut menjadi faktor yang memengaruhi performa tim sepanjang musim.
Situasi itu membuat PSM kesulitan menjaga stabilitas permainan dan harus berjuang hingga pekan terakhir untuk mengamankan posisi.
Meski demikian, Juku Eja tetap menunjukkan daya juang tinggi. Di tengah tekanan besar, PSM mampu bertahan dan memastikan tempat di kasta tertinggi sepak bola Indonesia tetap aman.
Dukungan suporter juga menjadi faktor penting dalam perjalanan PSM musim ini. Saat tim berada dalam situasi sulit, dukungan terhadap Juku Eja tetap mengalir hingga kompetisi berakhir.
Bertahannya PSM tentu menjadi modal penting untuk menatap musim depan. Namun, hasil musim ini menjadi alarm bagi manajemen dan tim pelatih untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari komposisi pemain, kedalaman skuad, hingga persiapan menghadapi kompetisi berikutnya.
Musim 2025/2026 memang jauh dari harapan bagi PSM Makassar. Namun, keberhasilan selamat dari degradasi lewat keunggulan head to head menjaga asa Juku Eja untuk bangkit dan kembali bersaing pada musim mendatang. (drw)
