Site icon Ujung Jari

Lebih dari 1,6 Juta Jemaah Haji Jalani Wukuf di Arafah, Puncak Ibadah Haji 1447 H

MAKKAH, UJUNGJARI.COM — Lebih dari 1,6 juta jemaah haji dari berbagai negara memadati Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi, pada Selasa (26/5/2026) untuk melaksanakan wukuf, yang menjadi puncak sekaligus rukun terpenting dalam ibadah haji.

Sejak pagi hari 9 Zulhijjah 1447 Hijriah, jemaah mulai memasuki kawasan Arafah untuk memperbanyak doa, zikir, membaca Al-Qur’an, hingga bermunajat menjelang matahari terbenam.

Suasana khusyuk menyelimuti kawasan tersebut ketika jutaan umat Islam dari berbagai bangsa berkumpul dalam balutan pakaian ihram yang sama.

Dalam ajaran Islam, wukuf di Arafah memiliki kedudukan sangat penting sebagaimana sabda Rasulullah Saw, “Al-hajju ‘Arafah” yang berarti “Haji adalah Arafah.”

Momentum wukuf tahun ini juga mengingatkan umat Islam pada peristiwa bersejarah sekitar 14 abad lalu ketika Rasulullah Saw menyampaikan Khutbah Wada’ atau khutbah perpisahan di tempat yang sama saat Haji Wada’ pada tahun 10 Hijriah.

Dalam berbagai riwayat disebutkan, sekitar 124 ribu hingga 144 ribu kaum muslimin hadir mendengarkan khutbah tersebut. Isi Khutbah Wada’ kemudian menjadi pedoman penting bagi umat Islam karena memuat pesan tentang persaudaraan, keadilan, larangan riba, amanah, serta kesetaraan manusia.

Salah satu pesan Rasulullah Saw yang paling dikenal berbunyi:
“Wahai manusia, sesungguhnya Tuhanmu satu dan nenek moyangmu satu. Kamu semua berasal dari Adam dan Adam diciptakan dari tanah. Tidak ada kelebihan orang Arab atas non-Arab kecuali karena takwa.”

Rasulullah juga menegaskan pentingnya berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan sunnah agar umat tidak tersesat.

Pesan persatuan dan kemanusiaan universal itu kembali terasa relevan pada Hari Arafah ketika jutaan umat Islam berkumpul tanpa memandang asal negara, suku, warna kulit, maupun status sosial.

Menjelang waktu Zuhur, khutbah Arafah kembali disampaikan kepada para jemaah sebagai pengingat tentang ketakwaan dan persaudaraan. Setelah itu, jemaah melaksanakan salat Zuhur dan Asar secara jamak qasar sesuai sunnah.

Sementara itu, Pemerintah Arab Saudi menyiagakan berbagai layanan untuk mendukung kelancaran puncak ibadah haji. Sistem transportasi, layanan kesehatan, pengendalian kerumunan, hingga unit tanggap darurat ditempatkan di berbagai titik kawasan suci.

Otoritas kesehatan Arab Saudi juga mengimbau jemaah menjaga kondisi fisik karena suhu di Arafah dilaporkan mencapai lebih dari 45 derajat Celsius.

Jemaah diminta memperbanyak konsumsi air serta menghindari paparan sinar matahari secara langsung dalam waktu lama.

Usai matahari terbenam, jemaah dijadwalkan bergerak menuju Muzdalifah untuk melaksanakan mabit dan salat Magrib serta Isya secara jamak qasar sebelum melanjutkan rangkaian lempar jumrah di Mina.

Wukuf di Arafah tidak hanya menjadi puncak ritual ibadah haji, tetapi juga menjadi momentum refleksi spiritual tentang persaudaraan, kesetaraan, dan kepatuhan manusia kepada Allah Swt sebagaimana pesan agung Rasulullah Saw dalam Khutbah Wada’.  (*/drw)

Exit mobile version