MEKSIKO, UJUNGJARI.COM — Timnas Iran menatap penuh optimisme ajang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Keikutsertaan kali ini menjadi penampilan keempat beruntun bagi Tim Melli di putaran final sekaligus partisipasi ketujuh sepanjang sejarah mereka di turnamen sepak bola paling bergengsi dunia.
Pasukan asuhan Amir Ghalenoei lolos dengan meyakinkan setelah tampil solid sepanjang kualifikasi. Iran berhasil memuncaki grup usai meraih tujuh kemenangan dari 10 pertandingan dan memastikan tiket otomatis menuju putaran final.
Striker senior Mehdi Taremi kembali menjadi sosok sentral dalam perjalanan Iran. Penyerang berusia 33 tahun itu tampil tajam dengan torehan 10 gol dari 15 pertandingan internasional dan kini bersiap menjalani Piala Dunia ketiganya bersama tim nasional.
Meski sudah enam kali tampil di Piala Dunia, Iran belum pernah mampu melewati fase grup. Pada edisi 2026, mereka bertekad mematahkan catatan tersebut saat bersaing di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.
Alireza Beiranvand Masih Jadi Andalan di Bawah Mistar
Di sektor penjaga gawang, nama Alireza Beiranvand diprediksi tetap menjadi pilihan utama. Kiper veteran berusia 33 tahun itu telah mencatat lebih dari 80 penampilan bersama Iran dan menjadi sosok berpengalaman di skuad.
Hossein Hosseini diperkirakan menjadi pelapis utama, sementara Payam Niazmand dan kiper muda Mohammad Khalifeh berpeluang melengkapi daftar penjaga gawang Iran untuk turnamen nanti.
Lini Belakang Sarat Pengalaman
Iran juga memiliki lini pertahanan yang cukup berpengalaman. Saleh Hardani mulai mengunci posisi bek sayap, sedangkan duet Shojae Khalilzadeh dan Hossein Kanaanizadegan diperkirakan menjadi andalan di jantung pertahanan.
Nama-nama seperti Ehsan Hajsafi, Milad Mohammadi, Ramin Rezaeian, Danial Esmaeilifar, hingga Ali Nemati turut memperkuat kedalaman skuad.
Sementara Danial Eiri menjadi opsi muda yang berpotensi mencuri perhatian.
Saman Ghoddos dan Ezatolahi Jadi Motor Lini Tengah
Di lini tengah, Iran masih bertumpu pada kreativitas Saman Ghoddos dan keseimbangan permainan Saeid Ezatolahi. Meski sempat mengalami cedera kaki dan absen pada agenda uji coba Maret lalu, Ezatolahi diperkirakan pulih tepat waktu sebelum turnamen dimulai.
Selain itu, Omid Noorafkan dan Mohammad Ghorbani menambah pengalaman di sektor tengah, sedangkan Amir Razzaghinia disebut sebagai salah satu talenta muda yang layak dipantau.
Ketergantungan pada Taremi, Azmoun Terancam Absen
Lini depan Iran tetap dipimpin Mehdi Taremi yang telah mengoleksi lebih dari 100 caps bersama tim nasional. Pengalaman dan ketajamannya dipandang sangat penting bagi peluang Iran menembus fase gugur.
Alireza Jahanbakhsh dan Mehdi Ghayedi diproyeksikan mengisi sektor sayap. Namun, Iran berpotensi kehilangan striker senior Sardar Azmoun.
Penyerang yang telah mencetak 57 gol dari 91 penampilan internasional itu tidak dipanggil pada agenda persahabatan Maret lalu di tengah laporan yang menyebut adanya persoalan di luar lapangan.
Jika benar absen, kehilangan Azmoun akan menjadi pukulan besar bagi Tim Melli.
Sebagai alternatif, Amir Ghalenoei mulai memberi kesempatan kepada Dennis Eckert yang memiliki darah Iran.
Penyerang Standard Liege itu dipanggil untuk membuktikan diri layak masuk skuad final Piala Dunia 2026.
Dengan kombinasi pemain senior dan talenta muda, Iran kini berharap mampu mencetak sejarah baru dan untuk pertama kalinya melaju melewati fase grup Piala Dunia. (Goal/drw)
