Site icon Ujung Jari

Menuju Puncak Haji, Jemaah Diingatkan Patuhi Larangan dan Perbanyak Amalan Saat Wukuf di Arafah

JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Hari Arafah yang jatuh setiap 9 Zulhijah menjadi salah satu momen paling sakral dalam rangkaian ibadah haji. Pada hari tersebut, jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf yang menjadi rukun utama sekaligus penentu sah atau tidaknya ibadah haji.

Menjelang puncak pelaksanaan haji, jemaah diingatkan untuk mematuhi berbagai ketentuan selama berada di Arafah demi menjaga kekhusyukan ibadah, ketertiban bersama, serta keselamatan jemaah.

Berdasarkan Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah yang diterbitkan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, terdapat sejumlah larangan yang wajib dipatuhi selama pelaksanaan wukuf.

Salah satunya adalah larangan merokok di seluruh area Arafah, termasuk di dalam tenda. Selain dapat mengganggu kenyamanan jemaah lain, puntung rokok yang dibuang sembarangan juga berpotensi memicu kebakaran.

Jemaah juga diimbau tidak memaksakan diri menuju Jabal Rahmah atau melaksanakan wukuf di luar tenda karena dapat meningkatkan risiko kelelahan dan kepadatan massa.

Selain itu, aturan ihram juga harus dijaga. Jemaah laki-laki dilarang mengenakan penutup kepala dan alas kaki yang menutupi mata kaki, sementara jemaah perempuan tidak diperbolehkan menutup wajah dan telapak tangan. Penggunaan parfum atau wewangian juga dilarang selama masa ihram.

Larangan lainnya mencakup menjaga kelestarian lingkungan di tanah suci, seperti tidak memotong ranting, mencabut rumput, maupun membunuh hewan, kecuali yang membahayakan keselamatan.

Dalam aspek ibadah, jemaah juga diwajibkan menjaga perilaku dan lisan, menghindari pertengkaran, ucapan kotor, perbuatan maksiat, hingga larangan hubungan suami istri selama ihram.
Di samping larangan tersebut, jemaah dianjurkan menjalankan sejumlah amalan dan menjaga ketertiban selama berada di Arafah.

Pada aspek kesehatan dan kenyamanan, jemaah diminta tertib saat turun dari bus, tidak berebut tempat di tenda, disiplin saat mengantre fasilitas umum, serta menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan yang telah disediakan.

Sementara dari sisi spiritual, jemaah dianjurkan memperbanyak zikir, talbiyah, istighfar, tahlil, dan doa menjelang waktu wukuf. Jemaah juga diminta mengikuti khutbah Arafah dengan khusyuk serta melaksanakan salat Zuhur dan Asar secara jamak taqdim qashar berjamaah.

Petugas haji turut mengimbau jemaah agar segera berkoordinasi dengan petugas kloter apabila mengalami kendala kesehatan maupun persoalan terkait pelaksanaan ibadah selama berada di Arafah.  (**)

Exit mobile version